4 April 2020
  • 4 April 2020
Breaking News

Pelindo lV Terus Waspada Virus Corona

By on 19 February 2020 0 43 Views

ROC — PT Pelabuhan Indonesia IV tetap konsisten mengikuti arahan Kementerian BUMN untuk selalu waspada terhadap bahaya virus Corona yang hingga saat ini masih menjadi perhatian dunia.

“Hingga saat ini kami masih tetap waspada, terutama kepada setiap kru kapal yang tiba di Pelabuhan Makassar. Tidak hanya kru kapal dari China, tetapi juga kru kapal dari negara-negara lainnya karena seperti kita ketahui, virus Corona juga sudah tersebar di 29 negara,” kata Farid Padang, Dirut PT Pelindo IV, dalam keterangannya, Rabu sore (19/2).

Farid menyatakan, pihaknya bersama petugas dari Kantor Karantina Kesehatan  (KKP) Pelabuhan Makassar masih terus melakukan sosialisasi, utamanya kepada semua pemakai jasa di pelabuhan.

Selain menyiapkan alat Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner serta masker yang harus selalu digunakan para petugas di pelabuhan, kami kini juga menyediakan cairan antiseptic untuk tangan di terminal penumpang pelabuhan,” ujarnya lagi.

Farid mengatakan, meski virus Corona masih menjadi momok yang menakutkan, tetapi pihaknya tetap terus melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke China, Korea, Jepang, Vietnam dan beberapa negara lainnya.

“Hingga kini, ekspor langsung dari Pelabuhan Makassar ke negara-negara tersebut masih tetap terjaga,” ungkap Farid.

Memang, katanya, ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, live animal atau binatang hidup dari daratan China dan beberapa negara yang sudah tersebar virus Corona, tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat Thermal Scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” jelas Farid.

Dia juga mengatakan, larangan ABK turun dari kapal tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa malam, 4 Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Kemudian dilanjutkan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir dan dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, 18 Februari 2020.

Dalam rapat yang berlangsung pada sekitar awal Februari lalu beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *