5 December 2019
  • 5 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Pelaku Pencurian Hak Cipta, Ditangkap di Semarang

Pelaku Pencurian Hak Cipta, Ditangkap di Semarang

By on 25 September 2019 0 65 Views

ROC – Pelaku pencurian hak cipta yang dipindahkan tanpa ijin ke platform lain, dan menyebarkan tanpa seijin publishing, telah ditangkap di Semarang, Jawa Tengah. Dan sebagai terdakwa, kemarin KW menjalani sidang pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

Menurut Saud Leo Situmorang SH, Kuasa Hukum dari pihak yang dirugikan (Label) NAGASWARA, terdakwa dikenakan pasal 32 junto 48, karena melanggar Undang-undang terkait ITE.

Terdakwa KW dikategorikan sebagai tindakan memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/ atau data elektronik tanpa hak atau melawan hukum.

Pasal 32 UU ITE mengatur tentang larangan bagi setiap orang untuk melakukan interferensi (mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan, atau mentransfer) terhadap bentuk Dokumen Elektronik atau Informasi Elektronik tanpa hak atau dengan cara melawan hukum. Ancaman hukuman atas perbuatan tersebut diatur dalam Pasal 48 UU ITE.

“Dimana terdakwa ini mentrasnfer setiap orang memenuhi unsur dimana undang-undang ayat II, dengan ancama pidana 9 tahun, dan terdakwa ini menjual lagu-lagu Nagaswara, tanpa ijin, ia masukkan ke dalam aplikasi, dan dijual ke orang lain,” terang Leo.

Saksi-saksi berikutnya yang akan dihadirkan pada sidang berikutnya termasuk Zaskia Gotik dan Siti Badriah. Serta saksi korban, dalam hal ini Direktur PT NAGASWARA SAKTI akan diundang dan dihadirkan pada agenda sidang pekan depan.

Sementara itu dalam Pasal 48 UU ITE berbunyi:

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Karena itu, tindakan KW yang menyalin data dalam hal ini adalah informasi elektronik dan/ atau dokumen elektronik tanpa hak atau melawan hukum merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 48 jo. Pasal 32 UU ITE.

[zah/spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *