21 October 2020
  • 21 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pekerja BUMN Unjuk Rasa, Erick Thohir Harus Bersih-Bersih BUMN

Pekerja BUMN Unjuk Rasa, Erick Thohir Harus Bersih-Bersih BUMN

By on 29 February 2020 0 155 Views

ROC — Ratusan pekerja BUMN dan anak perusahaan BUMN menuntut Erick Thohir untuk mengganti jajaran direksi dan komisaris perusahaan pelat merah, yang dianggap telah menyalahgunakan wewenang. Mereka berunjuk rasa di depan kantor Kementrian BUMN, Kamis (27/2).

Dari pantauan republikonline.com lebih dari 200 massa yang merupakan perwakilan pekerja BUMN dari seluruh Indonesia menyuarakan aspirasinya mulai pukul 11.00 WIB. Mereka meminta Erick untuk bersih-bersih BUMN. Namun para pendemo tak menyebutkan secara jelas direksi-direksi BUMN mana saja yang dimaksud.

“Kami mendukung langkah dalam pembersihan BUMN. Kami juga memohon pada Menteri (Erick) agar direksi BUMN merupakan orang yang punya integeritas tinggi dan berkompeten di bidangnya,” kata Sekjen Serikat Pekerja PT Kereta Api Indonesia (SPKA) Agus Dwi Budi Santosa dalam orasinya.

Hanya saja, di tempat yang sama, Ketua Umum Serikat Pekerja PT Pos Indonesia Akhmad Komarudin menyebut masalah integritas terjadi di perusahaannya. Menurutnya ada kecurangan yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tempat ia bekerja. Untuk itu, ia berharap Erick mau turun tangan.

“PT Pos Indonesia laporannya selalu untung, tapi karyawannya selalu rugi. Itu yang bikin kecewa,” ungkap Akhmad dalam orasi yang disampaikannya.

Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono, yang dimintai keterangan tak bisa berkomentar dengan alasan sedang memimpin workshop di Makassar.

Kelompok massa yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) juga melakukan aksi unjuk rasa, dengan tuntutan yang sama.

“Yang kami tuntut, kan pak Erick Thorir punya semangat bersih-bersih BUMN, untuk mengganti seluruh direksi BUMN dan anak cucu perusahaan yang melanggar peraturan perundang-undangan, yang melanggar PHK sepihak, yang melakukan mutasi kepada karyawan tanpa proses perundingan,” tuntut Presiden ASPEK Mirah Sumirat.

Selain penggantian direksi yang merugikan keuangan negara, peserta demo juga menuntut pemecatan direksi dan komisaris yang melakukan kriminalisasi, mutasi, dan PHK, serta praktek outsourcing yang melanggar undang-undang.

Kementerian BUMN akhirnya menemui perwakilan dari para pendemo. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, sekitar pukul 12.42 menemui 10 orang perwakilan para pendemo. Di sana mereka memberikan dokumen yang dimaksud.

Perwakilan yang masuk di antaranya, Mirah Sumirat sebagai Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia bersama dengan satu orang perwakilan PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), dua orang perwakilan Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), dua orang perwakilan PT Pos Indonesia, dua orang perwakilan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, dan dua orang perwakilan dari PT KAI.

“Data dan dokumen secara hukum sudah di tangan Pak Arya,” ujar Mirah Sumirah.

Dia meminta Erick Thohir menindaklanjuti tuntutan tersebut segera, dan memberikan waktu hingga 1 pekan. Bila tidak ada tindak lanjut, dia mengancam akan mengajak massa pekerja BUMN untuk mogok nasional.

“InshaAllah 99%. Kita akan lakukan aksi lebih, mogok nasional,” ujarnya

(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *