10 July 2020
  • 10 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pasien Positif Corona Terus Bertambah, Ini Langkah Antisipatif Pemda Kaur

Pasien Positif Corona Terus Bertambah, Ini Langkah Antisipatif Pemda Kaur

By on 17 March 2020 0 326 Views

Bengkulu, ROC –– Saat ini penyebaran Virus Corona atau Covid – 19 berkembang sangat pesat dan cepat. Bertambahnya jumlah pasien positif Corona di Indonesia membuat Bupati Kabupaten Kaur, Bengkulu, Gusril Pausi, mengambil langkah antisipatif. Setidaknya, ada 17 langkah yang diambil untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 semakin meluas, khususnya di Kabupaten Kaur.

Ke 17 langkah itu, tertuang dalam surat edaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur, yang dikeluarkan pada hari Senin, tanggal 16 Maret 2020, dengan Nomor:800/227/Tahun 2020 Tentang Antisipasi kondisi terkini dan upaya pencegahan virus covid-19.

“Himbauan dan instruksi melalui Surat Edaran ini, merupakan salah satu upaya kita dalam melakukan pencegahan dan melindungi Masyarakat di wilayah Kabupaten Kaur agar terhindar dari paparan Virus Corona/Covid-19,” tutur Gusril Pausi.

Berikut 17 Instruksi Bupati Kaur :

1. Kepada masyarakat agar selalu mendekatkan diri dan memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar dihindarkan dari penyakit menular.
2. Meminta Masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
3. Diminta kepada masyarakat tidak panik terhadap penyebaran Corona/Covid 19 serta tidak menyebarkan berita HOAX.
4. Di himbau agar masyarakat melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.
5. Menghindari kontak fisik, tidak bersalaman secara langsung.
6. Apabila ada gejala demam tinggi segera memeriksakan pada faskes terdekat.
7. Diimbau kepada masyarakat agar menunda kegiatan di lapangan/tempat orang banyak berkumpul.
8. Kegiatan posyandu dan posbindu atau sejenisnya ditunda sementara, untuk pelayanan imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil dilaksanakan di fasilitas kesehatan terdekat.
9. Diimbau kepada lembaga sekolah tingkat PAUD sampai dengan SMP untuk sementara melaksanakan proses pembelajaran dirumah masing-masing dengan didampingi oleh orang tua dari tanggal 17-30 Maret 2020.
10. Memanfaatkan Ruang Guru dalam memenuhi kebutuhan belajar.
11. Menunda untuk melaksanakan kegiatan belajar diluar kelas/study tour.
12. Menunda kegiatan lomba-lomba/pertandingan pendidikan dan lomba lainnya yang mengumpulkan jumlah massa yang banyak.
13. Kepada OPD/ASN untuk sementara tidak melakukan kunjungan kerja atau menerima kunjungan kerja dari dan keluar kota.
14. Menunda pelaksanaan kegiatan yang memobilisasi mengumpulkan pegawai dalam jumlah besar pada suatu lokasi.
15. Meniadakan sementara apel pagi dan apel sore serta upaccara dilapangan.
16. Meniadakan sementara absensi finger print.
17. Kepada seluruh pengelola perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hotel, tempat hiburan, restoran, tempat wisata, tempat ibadah dan tempat umum lainnya agar menyediakan sarana cuci tangan berupa air yang mengalir dan sabun anti seftic/handsanitizer.

“Surat edaran tentang ini sudah kami sampaikan ke sekolah-sekolah dan pihak-pihak yang terkait agar segera dilaksanakan,” tegas Gusril.

Sementara itu, terkait hal yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menyampaikan, berdasarkan hasil laporan dari Rumah Sakit dan Puskesmas sekabupaten Kaur, hingga saat ini masyarakat Kaur belum ada yang di duga tertular Virus Corona atau Covid-19.

“Mudah-mudahan tidak ada yang tertular,” ujar Kadis Kesehatan.

Selain itu, Kadis kesehatan juga menyampaikan, berdasarkan dugaan, maka ciri-ciri Gejala insfeksi Coronavirus terbilang cukup ringan, misalnya hidung beringus, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, demam atau merasa tidak enak badan.

“Virus Corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis Virus Corona yang menyerang dan seberapa serius infeksi yang terjadi,” jelas Kadis Kesehatan.

Menurut Kadis, hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkhitis dan pneumonia (disebabkan oleh 2019-nCoV) , yang menyebabkan gejala seperti demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia, batuk dengan lendir, sesak nafas, nyeri dada atau sesak saat bernafas dan batuk.

“Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu, contohnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi dan lansia, maka apa bila gejala itu timbul, sebaiknya cepat cepatlah di bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama,” pungkas Kadis.(Rozi)

(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *