4 July 2020
  • 4 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Pasca Bendera PDIP Dibakar, Ini Instruksi Megawati

Pasca Bendera PDIP Dibakar, Ini Instruksi Megawati

By on 26 June 2020 0 41 Views

Ket.gbr: Tangkap layar video pembakaran bendera PDIP dan PKI

Jakarta, ROC — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta para kadernya untuk bersiaga setelah insiden pembakaran bendera partai berlambang banteng tersebut.

“Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat, karena rakyatlah cakrawati Partai,” dikutip dari salinan surat perintah harian yang ditanda tangani Megawati, pada Kamis 25 Juni 2020.

Sebelumnya, beredar video yang menggambarkan suasana demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Kompleks MPR/DPR hari ini. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah demonstran membakar dua bendera, yaitu bendera berlogo palu arit dan bendera PDI Perjuangan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, pembakaran itu didasari kemarahan demonstran terhadap PDI Perjuangan yang diduga menginisiasi RUU HIP.

Novel mengatakan kalau para demonstran memprotes isi dari RUU HIP yang dianggap dapat mengubah nilai-nilai pancasila, khususnya sila pertama soal Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, Novel tak mengetahui dari unsur mana oknum demonstran yang melakukan pembakaran.

“Saya gak tau mereka dari mana saja tapi sikap mereka jelas,” ucap Novel.

Megawati menyebut PDIP adalah partai yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan hak demokrasi. Bahkan internal partai sempat pecah hingga puncaknya terjadi penyerangan kantor partai pada 27 Juli 1996 atau dikenal dengan Peristiwa Kudatuli.

Berkaca pada peristiwa tersebut, kata Megawati, PDIP harus selalu menempuh jalan hukum.

“Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa,” kata Megawati.

Keluarkan Surat Perintah kepada Kader PDIP Seluruh Indonesia

Sebelumnya diberitakan, pasca insiden pembakaran, Megawati telah mengeluarkan surat perintah harian kepada kadernya di seluruh Indonesia tepat sehari setelah peristiwa pembakaran bendera partainya.

Surat yang ditandatangani Megawati itu meminta agar kader PDIP bersiap siaga, namun tetap mengedepankan proses hukum dalam kasus pembakaran bendera.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah mengkonfirmasi kebenaran bahwa surat itu dikeluarkan oleh Megawati.

“Ya benar ibu ketua umum mengeluarkan surat perintah,” ujar Hasto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6).

Berikut surat perintah dari Megawati bagi seluruh kader PDIP di Tanah Air :

SURAT PERINTAH HARIAN
KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

Merdeka !!!

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi di kuyo-kuyo, di pecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996.

Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Terus rapatkan barisan!
Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat,
karena rakyatlah cakrawati Partai.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!

Jakarta, 25 Juni 2020

Megawati Soekarnoputri

(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *