26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Oknum Anggota Kepolisian Halangi Penjualan Kelapa Sawit Milik PT. Moeis

Oknum Anggota Kepolisian Halangi Penjualan Kelapa Sawit Milik PT. Moeis

By on 21 June 2018 0 78 Views

Batu Bara, ROC – Truk bermuatan kelapa sawit milik PT. Moeis, ditahan oleh oknum petugas kepolisian berpakaian preman. Mereka menuduh kelapa sawit milik Moeis tersebut bermasalah, sehingga gagal dijual ke PT. MNA penerima barang tersebut di Kuala Tanjung Kec.Sei Suka. (20/6).

Oknum anggota kepolisian berpakaian preman itu berjumlah 4 orang dengan mengendarai mobil dengan plat nomor BM 1158 BJ, mencoba menahan truk di jalan Akses Road, Kuala Tanjung.

Menurut saksi mata, salah petugas keamanan PT.MNA yang tidak mau disebutkan Namanya, menyebutkan bahwa ada pihak kepolisian datang dan menyebut bahwa kelapa sawit milik PT. Moeis bermasalah sehingga tidak diperbolehkan masuk.

Truk Bermuatan Swit Milik PT. Moeis yang ditahan Oknum Kepolisian, Kamis (21/06)

“Ada orang yang mengaku petugas kepolisian, menyebutkan kalua kelapa sawit itu bermasalah,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Zulkarnain Moeis Nst, dari pihak management baru PT. Moeis langsung menemui oknum Polres yang menahan truk dengan didampingi tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Rakyat.

Mereka menanyakan alasan penahanan truk tersebut, serta SOP kepolisian dan surat tugas yang tidak dapat dipenuhi oknum tersebut. Karena tidak dapat dipenuhinya semua permintaan PT. Moeis, akhirnya Truk bermuatan 18 ton kelapa sawit tersebut dibebaskan.

Menurut Tim kuasa hukum PT.Moeis, pokok permasalahan ditahannya penjualan sawit itu, adalah masalah kepemilikan PT Moeis yang sudah berganti kepada Zulkarnain Moeis dari Mochrid Nst didasari putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.1262 k/Pdt/2011 tanggal 29 Nopember 2011 yang lalu, dan baru diambil alih sejak tanggal 12 Juni 2018 lalu.

“Pihak management yang lama, sepertinya tidak menerima, sehingga menghalalkan segala cara untuk kembali menguasai asset yang telah sah kepemilikannya diambil alih oleh klien kami, sesuai amar putusan MA,” ujarnya.

Sementara Zulkarnain Moeis, menyebutkan bahwa hasil putusan Mahkamah Agung yang sebelumnya disembunyikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sekarang sudah berada di tangan yang sah.

“Setelah kita memegang putusan MA, itu kita akan menata kembali administrasi dan struktur dengan baik,walau ada pihak yang sengaja menghalangi itu,” ucapnya.

Walaupun sempat terhenti pengiriman kelapa sawit tersebut, PT Moeis tetap melanjutkan pekerjaan produksinya dan menjual kepada mitra kerja baru mereka. [Tim]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *