20 August 2019
  • 20 August 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • ‘Ngamumule Budaya Sunda’, Yayasan Adjeng Suharno Bangun Wisata Sunda Culture

‘Ngamumule Budaya Sunda’, Yayasan Adjeng Suharno Bangun Wisata Sunda Culture

By on 18 September 2018 1 201 Views

Bandung, ROC – Menghadapi krisis keuangan yang kerap terjadi di Indonesia ini, bisa menimbulkan trend positif dan negative bagi para pelaku usaha, dan dampaknya secara umum terasa oleh seluruh masyarakat.

Untuk menghindari krisis keuangan yang berkepanjangan dan memperkokoh ekonomi Indonesia, diperlukan kreatifitas dan usaha dalam menangkap peluang kenaikan dollar serta melemahnya nilai tukar rupiah.

Menurut Calon Anggota DPD-RI Daerah Pemilihan Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM, alternatif atau peluang yang dapat dikembangkan dalam menarik devisa, salah satunya adalah memajukan potensi wisata di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Potensi wisata di daerah Jawa Barat jumlahnya ribuan, tinggal kita bisa mengembangkannya. Hal tersebut bisa sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik dan professional,” ujar Suharno saat ditemui republik-online.com di Pacet, Majalaya, Selasa (18/9).

Wisatawan Asing belajar menanam padi. (Ilustrasi)

Lanjutnya, jika dikemas secara apik, bukan tidak mungkin potensi wisata di Jawa Barat dapat dijadikan sebagai surganya wisata selain di Bali. Turis mancanegara tidak akan segan untuk mengeluarkan uang dollar jika tempat wisata yang mereka kunjungi menarik, atraktif, ekonomis dan ada faktor pembeda.

Beberapa faktor pembeda tersebut, lanjut Suharno, adalah dari sisi penataan area wisata, unik dan menarik, jaminan keamanan, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang lengkap, sarana dan prasarana memadai, banyaknya tempat berbelanja seperti merchandise dan kuliner yang murah dan berkualitas, sehingga mereka merasa nyaman dan betah berwisata di Jawa Barat.

“Apa yang bisa ditawarkan Jawa Barat kepada turis asing? Kita mempunyai adat, seni dan budaya kultural yang belum digali secara keseluruhan, salah satu contoh yang konkrit adalah belum adanya sentral wisata khusus kearifan lokal Jawa Barat,” ucapnya.

Agro & Farm WIsata (Ilustrasi)

Suharno memaparkan, untuk mencapai hal tersebut diperlukan pola pikir yang lebih moderat, menilik dari momen Hijriah, dimana Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah, lalu menguasai dan memajukan Makkah. Dengan acuan tersebut,  masyarakat dituntut untuk berhijrah pola pikir dan bertindak, salah satunya adalah melestarikan dan memajukan adat dan budaya Sunda.

Ngamumule budaya Sunda, sudah merupakan salah satu kewajiban kita bersama, alangkah baiknya jika budaya tersebut bisa dimaksimalkan dan dijadikan salah satu ladang dalam mendapatkan income demi kesejahteraan bersama, dan kita dapat memetik hasil positif  dari krisis moneter yang kerap menerpa Indonesia,” paparnya.

Pondok/Bangunan Khas Sunda (Ilustrasi)

Untuk mewujudkan hal tersebut, Yayasan Adjeng Suharno (YAS) telah menyediakan beberapa lokasi di Pacet Majalaya, Cicalengka dan Nagreg, dimana salah satu tempat tersebut akan dijadikan miniature Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Perbedaannya, TMII menampilkan budaya di seluruh Indonesia, akan tetapi tidak secara rinci dan detail, Contohnya stand Jawa Barat, untuk standnya hanya menampilkan satu jenis bangunan. Sedangkan YAS akan membangun beberapa rumah khas Jabar yang saat ini ada sekitar 27 jenis rumah tradisional.

Site Plan Adjeng Suharno Sundanese Culture Agro & Farm

Konsep wisata yang nantinya akan dibangun, berupa Kawasan tradisional Sunda, dimana akan terdapat seluruh jenis bangunan tradisional sunda, dimana para wisatawan bisa menginap di rumah tersebut. Terintegrasi dengan agrowisata pertanian dan Animal Based Tourism (ABT), serta diarea ini pun nantinya akan ada theatre dimana lokasi tersebut akan menampilkan seluruh kesenian khas Sunda, area bermain, memancing, berkuda, bersepeda, motocross dan juga kuliner. (Red)

1 Comment
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *