20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • New Delhi India : Bentrokan Berakhir Menjadi Perang Antar Agama, Masjid Di Bakar

New Delhi India : Bentrokan Berakhir Menjadi Perang Antar Agama, Masjid Di Bakar

By on 29 February 2020 0 207 Views

ROC – Pascah bentrok antara massa pendukung dan penentang UU Kewarganegaraan (CAA) di New Delhi India yang berujung kerusuhan, warga muslim akhirnya meninggalkan lingkungan rumahnya yang mayoritas warga Hindu, Kamis (27/2).

Dikutip dari The Indian Express, para pendukung CNN melakukan kerusuhan sejak Selasa (25/2) lalu, dengan menodai sejumlah masjid dan membakarnya. Bendera kunyit bertuliskan ‘Jai Shri Ram’ berkibar di atas menara dan bendera Tricolour tergeletak di bawahnya.

Seperti diketahui, permasalahan berawal dari bentrok antara warga yang mendukung dan menentang Undang-Undang Kewarganegaraan (CAA) yang baru di New Delhi. Yang mana, Perdana Menteri Narendra Modi mengeluarkan UU Kewarganegaraan (CAA) yang memberikan kewarganegaraan kepada pengungsi dari semua agama di Asia Selatan, kecuali Islam. Aksi protespun terjadi. Protes yang dilakukan beberapa warga kemudian berubah menjadi kekerasan antar agama, yang mengakibatkan sejumlah umat Muslim melarikan diri dari rumah-rumah mereka.

Beberapa masjid di ibu kota hancur setelah diserang oleh kelompok Hindu. Dua masjid yang berjarak satu kilometer di lokasi yang ditargetkan, Ashok Nagar. Adapun kejadian pembakaran berlangsung antara siang hingga 3 sore waktu setempat. Jarak dua kilometer dari Brijpuri, masjid lain juga dinodai dan dibakar oleh para perusuh.

Seorang saksi mata, menyebut sebuah gerombolan beramai-ramai memasuki lingkungan rumahnya sekitar jam 12 siang waktu setempat di hari itu.

“Pertama-tama mereka melempari masjid dengan batu dan kemudian membuka gerbangnya, memanjat menara dan memasang bendera. Kemudian mereka membakar gedung itu. Untungnya, warga yang tinggal di dalam dan sekitar masjid dievakuasi,” kata seorang lansia setempat, N K Sharma dikutip di The Indian Express, Kamis (27/2).

Para perusuh disebut juga menargetkan sebuah properti perumahan tiga lantai yang terletak di sisi lain dari jalur yang menghadap masjid. Tidak hanya itu mereka pun membakar delapan toko.

Warga setempat berpendapat mereka tidak bisa mengenali para perusuh. Hal tersebut memungkinkan kemungkinan para pelaku berasal dari luar lingkungan tersebut.

Setelah serangan pertama yang terjadi sekitar tengah hari, polisi mengevakuasi warga Muslim di lingkungan itu. Namun beberapa rumah umat muslim yang ditinggalkan menjadi sasaran penjarahan.

“Kami dibawa ke kantor polisi ketika masjid diserang. Di malam hari, gerombolan itu kembali dan menjarah semua barang berharga kami, termasuk perhiasan. Sertifikat anak saya, termasuk kartu tanda terima, telah dibakar,” kata seorang penduduk, Parveena.

Sang suami, Mohammad Rashid mengatakan, tempat masjid itu beroperasi masih berupa sewa. Di dalamnya, kamar-kamar hangus, bahkan ketika asap terus mengepul keluar dari abu. Beragam perabotan seperti tempat tidur, kasur, kipas langit-langit, dan ember, bertebaran dan dalam kondisi setengah terbakar.

Di Blok E Ashok Nagar, massa menyerang masjid lain sekitar jam 3 sore. Dua toko daging yang dimiliki Akbar Qureshi, juga digeledah.

Beberapa kilometer jauhnya di Brijpuri, orang-orang bersenjata membakar masjid dan madrasah pada Selasa (25/2) malam.

Sementara itu, beberapa blok jauhnya, sebuah sekolah dibakar. Saksi mata yang berada di dalam masjid Farooqia yang menawarkan namaz malam menyebut sekelompok pria bersenjata mendobrak pintu masjid dan menyerang mereka yang ada di dalamnya.

“Mereka mengenakan helm dan kami tidak bisa melihat wajah mereka. Mereka melemparkan bom bensin,” ujar seorang saksi mata bernama Mohammad Masjid. Masjid itu berada di sebelah situs protes anti-CAA Mustafabad, yang juga dibakar.

Tercatat sudah sekitar 30 orang tewas, lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit karena cedera. Mereka rata-rata mengalami luka tembak hingga luka bakar akibat cairan asam, luka karena pemukulan, dan luka karena pelemparan batu.

(idj/idj)

Foto : Reuters

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *