1 October 2020
  • 1 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Musim Hujan dan Jumlah Produksi Turun Picu Harga Cabai di Kediri Naik

Musim Hujan dan Jumlah Produksi Turun Picu Harga Cabai di Kediri Naik

By on 20 January 2020 0 167 Views

Kediri, ROC  – Harga cabai rawit terus mengalami kenaikan dari awal tahun 2020. Hingga kini harga cabai tembus di angka Rp 70 ribu/kg. Kenaikan ini diduga karena musim hujan.

“Harga naik sejak Sabtu (18/1/2020), mungkin dikarenakan pasokan dari petani sedikit. Stok pasaran minim sedangkan permintaan kebutuhan komoditas cabai rawit ini banyak,” kata Dedy, salah satu pedagang cabai rawit di Pasar Grosir Kota Kediri, Senin (20/1/2020).

Padahal, jelas dia, harga cabai rawit sebelumnya hanya Rp 50 ribu/kg.

“Dua hari kemarin masih di angka Rp 58 ribu/kg. Beberapa hari ini mulai naik menjadi Rp 70 ribu/kg,” ucap Dedy.

Dedy memprediksi kenaikan harga cabai rawit ini akan bertahan hingga Februari 2020. Musim hujan, tambah dia membuat cabai cepat membusuk dan mengalami penurunan jumlah produksi. Karena kondisi itu pula membuat pasokan cabai yang diterima penjual menurun.

“Biasanya mempunyai stok barang hingga 2 ton lebih. Namun karena kondisinya seperti ini jumlah produksi yang saya ambil dari pengepul baik dari wilayah Pagu Kediri, Brenggolo Kediri menurun menjadi 6 kwintal saja dalam sehari,” pungkas Dedy.

Sementara Nur Muhyar, Plt Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Kota Kediri mengaku mengetahui kenaikan harga cabai.

“Iya, kita sudah monitor. Dan akan melakukan serangkaian pendataan dan rapat guna mengambil langkah terkait meningkatnya harga cabai dalam waktu dekat,” jelas Nur Muhyar.

Informasi yang dihimpun dari petani, cuaca hujan disertai angin membuat bunga tanaman cabai rontok. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah panen.  (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *