16 July 2020
  • 16 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Mulai Dibangun Tahun Ini, City Walk Purbalingga akan Dibuat Seperti Malioboro

Mulai Dibangun Tahun Ini, City Walk Purbalingga akan Dibuat Seperti Malioboro

By on 7 January 2020 0 139 Views

ROC – Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan mulai menata kawasan City Walk pada tahun ini. Kawasan perniagaan itu rencananya akan disulap seperti Malioboro di Yogyakarta. Nantinya, di City Walk akan menjadi lokasi pedagang kaki lima.

Sebelum memulai pembangunan, 369 PKL telah direlokasi ke Purbalingga Food Center (PFC) di kompleks GOR Goentoer Daryono pada Senin (6/1). Lokasinya persis seberang kawasan City Walk.

Sebelumnya, para PKL berdagang di berbagai kawasan. Seperti di Alun-alun Purbalingga, Jalan Piere Tendean dan sebagian di depan GOR Goentoer Daryono.

“Pembangunan kawasan City Walk, itu yang akan dibangun di tahun 2020 ini, dananya sudah dianggarkan. Pembangunan kawasan City walk akan dilaksanakan di depan dan di seberang PFC. Adanya pembangunan City Walk ingin menjadikan kawasan PFC menjadi Malioboro Purbalingga,” kata Tiwi.

Kondisi Purbalingga Food Center, kata Tiwi, masih tergolong sederhana. Pasalnya, pembangunan PFC baru pembangunan tahap pertama. Pembangunan PFC akan dilakukan secara bertahap.

“Ke depan akan dibangun City Walk dan tempat parkir yang memadai serta fasilitas penunjang lainnya,” lanjut Tiwi.

Dengan dibangunnya PFC, Alun-alun Purbalingga akan distrerilkan dari acara hiburan atau keramaian. Semua kegiatan keramaian akan dipusatkan di GOR Goentoer Daryono. Tujuannya agar para pedagang di PFC turut mendapatkan rezeki.

“Jadi nanti pertunjukan hiburan tidak lagi di Alun-alun, melainkan di kawasan Gor Goentor Darjono,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinperindag Purbalingga, Agung Windiarto mengatakan jumlah PKL yang pindah sebanyak 369 PKL. Mereka terdiri dari 148 pedagang yang biasa berdagang di tengah alun-alun, 101 di sisi selatan alun-alun dan di Jalan Tendean sebanyak 70 pedagang. Sementara, yang berjualan di kawasan GOR Goentoer Daryono sebanyak 50 pedagang.

“Semua pedagang mampu tertampung di PFC,” kata Agung.

Para pedagang di PFC diperbolehkan berdagang selama 24 jam penuh. Aturan ini berbeda ketika PKL berdagang di alun-alun yang dibatasi hanya sore sampai malam hari (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *