20 February 2020
  • 20 February 2020
Breaking News

Muktamar PKB di Bali, Maman Pastikan Cak Imin Tak Ada Saingan

By on 13 August 2019 0 4866 Views

Jakarta, ROC — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab dipanggil Cak Imin, dipastikan akan kembali memimpin partai berideologi konservatisme di Indonesia ini.

Menurut Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Maman Imanulhaq, menyebutkan bahwa sosok Cak Imin sangat penting karena berhasil membawa partai Partai yang didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 dan dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama tersebut, meraih perolehan suara yang cukup tinggi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Faktor Cak Imin itu sangat penting, kenaikan suara PKB dalam sejarah ini adalah tertinggi 13 juta sekian, ini adalah faktor keberhasilan,” kata Maman dalam diskusi bertajuk “Ngebut Munas Parpol” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Pada muktamar yang rencananya akan digelar di Bali pada 20 Agustus 2019, dipastikan tidak rebutan soal pimpinan.

“Jadi pada muktamar nanti tanggal 20 Agustus di Bali, kami tidak rebutan soal figur pimpinan. Kami sudah punya pimpinan, dengan anak-anak muda di belakangnya dan sebagainya ini lebih focus,” terangnya.

Sejauh ini belum ada yang berani menantang Muhaimin Iskandar memperebutkan posisi Ketua Umum PKB. Pria yang kerap disapa Cak Imin itu diprediksi kembali menjadi Ketua Umum PKB secara aklamasi (mutlak). Cak Imin telah menduduki posisi puncak pimpinan PKB sejak Mei 2005 atau selama 14 tahun.

“Gagasan-gagasan besarnya soal kerakyatan kebangsaan dan keumatan. Itu yang memang kami lakukan untuk meneruskan perjuangan dari ide-ide Gus Dur soal-soal nilai-nilai keumatan juga,” ujarnya.

Lanjut Maman, PKB memilih kembali Cak Imin untuk memimpin, karena saat ini PKB tidak perlu bikin sesuatu yang dibuat-buat.

“Menurut saya, partai harus berpikir bukan sosok atau figur yang bisa betul-betul memperkuat, tapi kami memperkuat di program yang dimiliki PKB,” ujarnya.

Maman mengatakan, gaya politik Cak Imin menarik bagi kalangan muda dan agresif dalam setiap momentum demokrasi di Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana Cak Imin tetap sabar ketika Jokowi mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Padahal, ketika itu Cak Imin juga ingin menjadi cawapres.

“Orang awalnya lihat kok Cak Imin ngotot? Ternyata ketika akhirnya yang dipilih Ma’ruf Amin, Cak Imin langsung aja keliling safari ke mana-mana untuk lalu mengampanyekan Jokowi dan Ma’ruf Amin, dan memang politik seperti itu, harus ngotot untuk meraih kekuasaan,” tuturnya.

Menurut Maman, manuver Cak Imin mampu menarik anak-anak muda untuk bergabung dalam partai. Maman melihat hal itu sebagai keuntungan bagi PKB untuk menghadapi Pemilu 2024.

“PKB akan memanfaatkan bonus demografi ini karena anak milenial. Cak Imin mampu menyasar teman-teman komunitas, NGO, atau terutama isu lingkungan,” tuturnya.

PKB sekarang lebih fokus penguatan program, termasuk mengoptimalkan keberadaan 58 legislatornya di DPR periode 2019-2024. “Sehingga bisa berperan ke depan lalu berkiprah secara keseluruhan dan mempersiapkan menjadi pemenang di (Pemilu) 2024,” pungkas Maman. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *