26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • MUI : Mudik Saat Terjadi Wabah Covid-19 Haram Hukumnya

MUI : Mudik Saat Terjadi Wabah Covid-19 Haram Hukumnya

By on 4 April 2020 0 341 Views

Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas (wikimedia.org)

Jakarta, ROC — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, menilai mudik yang dilakukan para perantau di saat terjadi wabah Virus Corona haram hukumnya. Menurutnya, mudik yang dilakukan tersebut justru tak sesuai dengan tujuan utama diturunkannya agama Islam yakni untuk menjaga dan melindungi jiwa manusia karena mudik di saat terjadi wabah virus penyebab Covid-19 itu justru akan membahayakan warga di desa dan kampung halaman.

“Warga di tempat tujuan, berpotensi tertular lantaran Jakarta dan kota-kota besar lainnya diketahui tercatat memiliki kasus Covid-19 terbanyak saat ini, karenanya, jika melakukan hal yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain maka sangat dilarang,” jelasnya.

Ia menilai larangan mudik dari pemerintah sudah tepat untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Dan jika seseorang atau pemudik tetap melakukannya berarti yang bersangkutan selain melanggar larangan atau aturan perintah, juga telah melakukan sesuatu yang haram.

“Kalau dia mudik dari daerah pandemi wabah ke daerah lain, itu tidak boleh karena diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya,” ujar Anwar melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Dikatakan juga, dalam situasi seperti ini, pemerintah justru wajib melarang warganya mudik untuk menghindari mudharat yang lebih besar.

“Kalau itu tidak dilarang maka bencana dan malapetaka yang lebih besar tentu bisa terjadi. itu sudah sesuai dan sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan,” kata Anwar.

“Dan melanggar ketentuan agama tersebut serta protokol medis yang ada jelas-jelas akan sangat berbahaya karena akan bisa mengganggu dan mengancam kesehatan serta jiwa dari yang bersangkutan dan juga diri orang lain,” lanjutnya.

Wapres Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik Lebaran

Sebelumnya diberitakan, khawatir Covid-19 menyebar, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengaku telah mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram tentang mudik dalam situasi Covid-19 seperti saat ini. Hal ini terucap saat Wapres Ma’ruf Amin, melaksanakan video conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Jumat (3/4) kemarin.

“Kami sudah mendorong MUI untuk menyatakan bahwa pada saat sekarang itu, mudik itu haram hukumnya,” ujar Ma’ruf Amin.

Ia mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 MUI sudah mengeluarkan beberapa fatwa seperti fatwa tentang shalat Jumat, penanganan jenazah, hingga shalat tanpa wudhu dan tayamum bagi petugas medis.

Oleh karena itu, terkait dengan mudik ini, ia pun akan meminta MUI untuk mengeluarkan fatwa juga.

Pasalnya, mudik menjadi salah satu kekhawatiran daerah untuk penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

“Nanti saya akan coba dorong lagi MUI untuk mengeluarkan (fatwa mudik haram),” kata Ma’ruf.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik.

Menurut dia, fatwa ulama akan lebih didengar oleh masyarakat karena selama ini banyak masyarakat yang berdalih dengan ayat serta syariat.(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *