26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News

Mudik Berjuta Makna Mayjen (Purn) Suharno di Kota Solo

By on 16 June 2018 0 91 Views

Jakarta, ROC – Surakarta, atau lebih terkenal dengan nama Solo bukanlah sekedar kota biasa. Solo merupakan tempat yang unik dengan sebuah semangat, banyak warisan budaya dan keramahtamahan. Selain itu, Solo merupakan kota yang menarik dengan pusat perbelanjaan, kuliner dan festivalnya.

Namun, selain hal tersebut diatas, Kota Solo merupakan kota yang mempunyai sejarah dan nilai tersendiri dengan berjuta kenangan bagi Ketua Umum Partai Republik, dan Calon DPD-RI Dapil Jabar, Mayjen (Purn) DR, Ir, H. Suharno, MM.

Solo, merupakan Kota indah yang tak akan pernah hilang dari ingatan pria bersahaja ini. Di hari nan fitri ini, beliau menyempatkan diri untuk mengunjungi kota kelahiran tercintanya untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan handai taulan disana, serta  berziarah ke makam Ayahanda dan Ibunda beliau di Karangpandan Solo.

Perjalanan dimulai setelah beliau melakukan Shalat Idul Fitri di halaman Jakarta International Velodrome, di Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur (15/6), dan bersilaturhami serta melakukan halal bihalal di beberapa tempat hingga larut malam.

Mayjen (Purn) Suharno didampingi Anak dan Cucu melaksanakan ibadah Sholat Ied di Lapangan Velodrome, Rawamangun Jakarta (15/06)

Tanpa mengenal lelah, demi keinginannya untuk mencium aroma khas Kota Solo, pada 16 Juni  dinihari, dengan ditemani anak lelakinya Kapten Isa Agung Wicaksono, BSc, MSc, sekitar pukul 03.00 beliau langsung berangkat ke Soekarno Hatta Airport dan langsung terbang ke kota Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Dari sana, perjalanan berlanjut menuju kota Solo melalui jalur darat.

Sampai di kediaman, Suharno langsung beramah tamah dan bersilaturahmi dengan kerabat terdekatnya.   Setelah puas bercengkrama, beliau langsung berziarah ke Makam Ayahanda dan Ibundanya di Karangpandan.

Suharno bersama anak saat berziarah di makam kedua orangtuanya

Dalam kesempatan ziarah tersebut, Suharno Prawiro mendoakan agar kedua orang tuanya yang telah mendidiknya hingga berhasil seperti sekarang ini, agar mendapatkan perlindungan, hidayah dan diberi tempat yang kekal dan abadi di surga. Selain itu, beliau memohon restu kepada sang khaliq agar segala niatan baiknya demi bangsa dan negara tercinta, agar diberikan kelancaran tanpa ada aral melintang yang menghadang.

Selesai melakukan ziarah, beliau bersama anaknya menuju Karanganyar untuk melakukan ibadah Shalat dzuhur dan ‘Ashar di Masjid Al Mustaqim. Dimana mesjid tersebut merupakan salah satu mesjid yang didirikan oleh Bapak Suharno pada tahun 2015 lampau.

Usai melakukan ibadah Sholat di Mesjid Al-Mustaqiim

Disela-sela kunjungannya tersebut, bapak Suharno berkesempatan untuk bertemu dengan Ketua DPD Partai Republik Kabupaten Sukoharjo, Danur Aryo Sadewo. Selain bersilaturahmi, merekapun membahas peluang-peluang usaha yang bisa dikembangkan, pasca terpuruknya bisnis pak Aryo yang bergerak dibidang suplayer bahan bangunan untuk proyek infrastruktur dikarenkan terlambatnya pembayaran dari pihak pengelola.

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke daerah kelahiran tanpa mencicipi kuliner khas Solo yang sangat jarang ditemukan di Ibukota, sebelum kembali ke Jakarta, Suharno menyempatkan diri untuk mencicipi makanan khas Solo di restoran favoritnya. Namun perjalanan sempat tersendat, dikarenakan saat itu Presiden Joko Widodo juga berada di Solo.

Sampai ke rumah makan Jimbrana yang berlokasi di Karangpandan dekat dengan jalur wisata arah Tawangmangu, bapak Suharno langsung memesan aneka kuliner daerah seperti ayam garang asem, nila bakar, dan pepes degan. Setelah tersaji, beliau langsung melahap habis semua makanan tersebut saking rindunya dengan makanan yang lama tidak ditemukan oleh beliau.

Usai melakukan seluruh aktivitasnya, Bapak Suharno dengan berat hati akhirnya harus mengakhiri seluruh aktivitasnya di Kota Surakarta dan kembali ke Ibu Kota Jakarta.

Di Bandara Adisumarmo Solo, Bapak Suharno berkesempatan untuk berfoto dengan ikon Bandara tersebut yaitu Kereta Kencana Kerajaan. Menurut beliau, selain untuk menarik wisata, kereta kencana tersebut memiliki arti yang dalam.  Dalam falsafah kejawen memiliki arti manusia agung, manusia itu sendiri, yang duduk itu aku atau manusia. Sementara, kuda berarti jiwa, kudanya ada dua yang bermakna ada dua jiwa, yaitu jiwa baik dan tidak baik

Suharno berfoto di replika kereta kencana Bandara Adisumarmo, Solo

Jiwa tersebut harus dikendalikan oleh kusir, kusir yang berarti pikiran. Secara keseluruhan, makna kereta kencana ini manusia yang dikendalikan pikirannya agar menghasilkan tujuan yang mulia.

Dengan adanya filosofi tersebut, Mayjen (Purn) DR, Ir, H. Suharno, MM semakin yakin untuk melangkah maju menjadi anggota DPD RI, dengan tujuan yang mulia semoga dapat memperbaiki dan menyempurnakan tatanan negara dan bisa dapat mengemban amanah dari masyarakat Indonesia. [Red]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *