25 January 2021
  • 25 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Merasa di-PHP BLT Gelombang II, Pekerja : Setiap Hari Cek Rekening tapi Tak Kunjung Cair

Merasa di-PHP BLT Gelombang II, Pekerja : Setiap Hari Cek Rekening tapi Tak Kunjung Cair

By on 5 December 2020 0 48 Views

Uang Rupiah (Foto: ilustrasi)

ROC — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT subsidi gaji termin kedua hingga tahap V. Total pekerja yang akan menerima BLT termin kedua itu nantinya sebanyak 12,4 juta pekerja.

Dengan disalurkankan tahap 5 termin kedua ini, maka Kemnaker telah menyalurkan BSU dengan total sebanyak 11,052 juta penerima. Artinya, masih ada sekitar 1,34 juta pekerja yang rekeningnya belum terisi dana BLT sebesar Rp1,2 juta.

Pencairan BLT termin kedua ini ternyata mengundang banyak polemik dari kalangan pekerja yang upahnya di bawah Rp5 juta per bulan. Pasalnya, banyak yang merasa heran kenapa kali ini cairnya tak berbarengan, meskipun berada pada satu kantor.

Salah satu contohnya seperti yang dialami oleh seorang karyawan swasta bernama Riska. Dia mengeluhkan kenapa hingga kini BLT tak juga masuk ke rekeningnya, padahal ada rekannya di kantor sudah mendapatkannya.

“Inkonsisten, BLT bikin PHP,” kata Rizka.

Selanjutnya, ada seorang pekerja swasta, Jumadil yang mengeluhkan ihwal dirinya yang tak juga mendapatkan BLT.

“Pas termin I saya dapat, ini kok termin II belum dapat. Ada apa dengan BLT?,” ujarnya.

Sementara itu, Kurnia mengaku kecewa dengan kinerja dari Kemnaker dalam pencairan BLT termin kedua. Sebab, dirinya termasuk salah satu pegawai di tempat kerjanya yang BLTnya belum cair, padahal dahulu saat termin pertama pencairannya berbarengan.

“Kecewa sih kalau pembagian BLT enggak rata gini, semoga yang belum dapet segera cair juga,” kata dia.

Tak hanya itu, ada dua orang pekerja swasta dari pencairan BLT termin pertama tak kunjung mendapatkannya. Mereka itu adalah Ahmad dan Fajar. Keduanya mengaku sudah mencoba berkomunikasi dengan HRD kantornya karena ada masalah pada NIK di KTPnya.

Berdasarkan pengakuan keduanya bahwa perbaikan NIKnya itu sudah diserahkan oleh HRD kepada BPJS Ketenagakerjaan. Mereka heran kenapa hingga kini tak ada kejelasan dari pihak BPJS Ketenagakerjaan maupun Kemnaker.

“Dari pertama belum cair. Padahal NIKnya sekarang udah bener,” kata Ahmad.

“BLT termin I belum dapat,” kata Fajar.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *