28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Merajalela Ranjau Paku Jalan Protokol di Jakarta : Ini Titik Rawan, Jenis Ranjau dan Tips Berkendara

Merajalela Ranjau Paku Jalan Protokol di Jakarta : Ini Titik Rawan, Jenis Ranjau dan Tips Berkendara

By on 14 August 2020 0 146 Views

Ket.gbr: Mobil Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Fofo.Dok. Sudin Perhubungan Jaksel)

ROC — Berdasarkan hasil temuan dan catatan para Relawan Penyapu Ranjau Paku Saber Community, ruas jalan protokol di Jakarta masih rawan ranjau paku. Masih ada catatan zona merah atau titik “langganan” di mana ban kendaraan mendadak gembos.

Paku-paku di ruas jalan protokol di Jakarta bervariasi. Ada yang berbentuk paku, ada juga yang berbentuk potongan jari-jari payung.

“Jakarta masih sangat rawan sekali ranjau paku maupun ranjau jari-jari payung,” kata Penasihat Relawan Penyapu Ranjau Paku Saber Community Abdul Rohim saat dihubungi, Rabu malam.

Berikut informasi lengkap seputar ranjau paku di wilayah Jakarta.

1. Daerah rawan ranjau paku

Relawan Penyapu Ranjau Paku Saber Community membagikan beberapa titik yang paling rawan ranjau paku di ruas-ruas jalan protokol di Jakarta.

“Yang masih sangat rawan sekali sepanjang ruas jalan Gatot Subroto mulai selepas Halte Busway Slipi Petamburan mengarah Semanggi. Untuk jenis ranjau sepanjang jalan Gatsu rata-rata kebanyakan ranjau jari-jari payung,” ujar Abdul.

Selain itu, lokasi paling rawan lainnya yaitu setelah gerbang Semanggi 1 sampai dengan Pancoran mengarah ke Cawang.

Di wilayah Jakarta Pusat, ranjau paku banyak bertebaran di sekitar Jalan Letjen Suprapto Galur ke arah underpass Senen dan ruas Jalan Gunung Sahari Kartini mengarah ke Mangga Dua.

“Untuk ruas Galur Senen paku-paku ukuran 3 sampai dengan 4 sentimeter begitu juga yang di Gunung Sahari jenisnya paku,” kata Rohim.

Di wilayah Jakarta Barat, ada di ruas Jalan Kyai Tapa ke arah Roxy dan arah sebaliknya.

“Ruas Jalan Kyai Tapa, jari-jari payung dan flyover Tomang mengarah Grogol itu jenisnya ranjau paku,” tambah Rohim.

Selain itu, ada juga Jalan Makaliwe Raya ke arah flyover Grogol dan flyover Tomang ke arah Grogol.

“Untuk di daerah Jakarta Selatan yang masih rawan sekitaran perempatan Fedex mengarah Simatupang dan di Bunderan Pondok Indah mengarah Sekolah Duta,” katanya.

2. Ranjau paling berbahaya

Ranjau jari-jari payung disebut jadi ranjau yang paling berbahaya bagi pengendara kendaraan bermotor.

“Jenis ranjau jari-jari payung yang didapat dari ruas jalan Gatot Subroto jenis Ranjau yang paling berbahaya karena (ban) tubeless juga bisa gembos, bahkan roda empat mobil juga bisa gembos,” kata Rohim.

Ranjau jari-jari payung didapatkan dari payung-payung bekas.

Jari-jari payung kemudian dipotong dengan ukuran tertentu sebelum ditebarkan di ruas-ruas jalan protokol.

Ranjau jari-jari payung juga termasuk ranjau yang paling banyak ditemui di Jakarta.

3. Aneka jenis ranjau

Ranjau di ruas-ruas jalan protokol bisa berbentuk ranjau paku, jari-jari payung, sekrup, besi kawat, dan serpihan besi-besi tajam lainnya.

Ranjau paku juga beraneka ukuran mulai dari 3-4 sentimeter.

4. Tips berkendara

Ada sejumlah tips yang bisa diperhatikan agar tetap aman berkendara di tengah ancaman ranjau paku.

“Saya selalu mengimbau kepada pengendara motor harap ekstra hati-hati ketika melewati titik rawan ranjau,” ujar Rohim.

Pengendara diimbau mengurangi kecepatan saat melintasi daerah-daerah yang rawan ranjau paku.

Berkendara dengan kecepatan tinggi sangat rawan terkena ranjau paku.

“Beban berat atau berboncengan juga rawan sekali terkena ranjau. Batas aman kecepatan maksimal 20 km per jam,” ujar Rohim.

Pengendara diharapkan untuk mengecek tekanan angin ban secara berkala.

Ban dengan tekanan angin kurang dan beban berat akan sangat rawan sekali terkena ranjau. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *