13 December 2019
  • 13 December 2019
Breaking News

Menteri ESDM Resmi Cabut izin Pertambangan Emas

By on 12 February 2019 0 149 Views

JEMBER, ROC – Iganasius Jonan Menteri ESDM secara resmi mencabut izin pertambangan emas didaerah blok Silo Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dan tidak ada kegiatan secara eksplorasi ataupun eksploitasi didaerah pertambangan emas tersebut.

Pencabutan ini dalam Keputusan Menteri ESDM no. 23 K/MEM/2019 tentang perubahan atas keputusan Menteri ESDM no. 1802 K/30/MEM/2018 tentang Wilayah Izin Usaha Pertambangan dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus 2018.

“Dengan mengucapkan rasa syukur kami, dan sangat mengapresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM yang telah mencabut izin pertambangan emas didaerah blok Silo,” kata Wakil Bupati Jember A. Muqit Arief.

Dengan Pencabutan tersebut sebagai konsekuensinya dari hasil sidang mediasi atas gugatan Pemerintah Daerah Jember, atas terbitnya Keputusan Menteri ESDM no. 1802 K/30/MEM/2018. Perubahan ini menyangkut lampiran ke empat dalam keputusan menteri yang mencantumkan kawasan blok silo sebagai wilayah tambang emas.

Dalam keputusan Menteri ESDM disebutkan bahwa pencabutan tersebut sebagai pelaksanaan atas hasil penyelesaian sengketa dalam peraturan perundang-undangan melalui jalur nonlitigasi dengan nomor register 31/NL/2018 dilingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Di Lampiran IV dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 1802 K/30/MEM/2018 tentang Wilayah Izin Usaha Pertambangan dan Wilayah Izin Usaha Petambangan Khusus tahun 2018 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Dalam lampiran IV tersebut berisi mengenai izin usaha pertambangan mineral jenis emas yang khusus berada di Blok Silo Kabupaten Jember Jawa Timur.

“Kementerian ESDM sangat memperhatikan suara masyarakat yang merasa keberatan dengan rencana penambangan emas di blok silo dan ini merupakan menjadi penting karena masyarakat yang berada disekitar lokasi pertambangan yang akan merasakan dampaknya, kerusakan lingkungan yang diakibatkan adanya pertambangan emas tersebut.”

A. Muqit Arief selaku Wakil Bupati Jember menilai bahwa pencabutan SK Menteri ESDM tersebut sangat tepat dan bijak karena penolakan penambangan emas di blok silo telah diperjuangkan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, bahkan Pemerintah Kabupaten Jember bersama warga didaerah silo berjuang melalui pengajuan gugatan non-litigasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

DPRD dan Pemerintah bersama masyarakat Jember menolak dengan tegas keberadaan tambang emas di Blok Silo, dengan dikeluarkannya Surat Kepeutusan Menteri ESDM nomor 1802 K/30/MEM/2018, bahkan seluruh elemen masyarakat dan organisasi yang berada di Jember bersatu untuk menolak pertambangan emas yang berdampak merusak lingkungan di Kabupaten Jember. (AH/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *