7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Menteri BUMN : Meski Pandemi Tetap Lakukan Restrukturisasi dan Efisiensi, Krakatau Steel Untung Rp 1 T

Menteri BUMN : Meski Pandemi Tetap Lakukan Restrukturisasi dan Efisiensi, Krakatau Steel Untung Rp 1 T

By on 30 May 2020 0 475 Views

Foto: Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, ROC — Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang mencetak laba bersih mencapai US$ 74,1 juta atau setara Rp 1,07 triliun (kurs Rp 14.500) pada kuartal I-2020. Capaian laba ini adalah yang pertama dalam 8 tahun terakhir.

Erick menjelaskan, restrukturisasi dan efisiensi BUMN terus dilakukan meski ada pandemi Corona.

“Kemarin pada kesempatan bersamaan kita minta restrukturisasi besar-besaran atas kinerja BUMN, tidak hanya cashflow tapi juga efisiensi dan konsolidasi harus terjadi,” ujar Erick dalam sebuah diskusi online, Jumat kemarin (29/5).

Hal itu terjadi pada sejumlah BUMN seperti PTPN dan Krakatau Steel. Dia menuturkan, restrukturisasi ini memberikan dampak pada kinerja Krakatau Steel yang akhirnya mencetak laba.

“Seperti di PTPN bagaimana kita efisiensi dan terus hari ini, kemarin ada kabar baik seperti Krakatau Steel yang hasil restrukturisasi ternyata sudah mulai profitable,” ujarnya.

“Ini mesti kita jaga karena Covid-19 ini cukup lama,” imbuh Erick.

Perbaikan kinerja Krakatau Steel di kuartal I-2020 terutama disebabkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8% dan penurunan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5%.

“Perseroan juga telah melakukan beberapa langkah perbaikan bisnis yang telah dilakukan sejak tahun 2019 dan hasilnya mulai terlihat di triwulan I-2020 ini,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangannya.

“Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan untuk memperbaiki kinerja antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi. Salah satu hasil positif yang dicapai perseroan adalah penurunan biaya operasi (operating expenses) induk turun 31% menjadi US$ 46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019,” tambahnya.

Capaian kinerja tersebut tidak lepas dari efisiensi. Di awal tahun 2020, perseroan meningkatkan produktivitas karyawan melalui program optimalisasi tenaga kerja.

Di Januari 2020, optimalisasi kerja meningkat 43% jika dibanding dengan pada saat tahun berjalan di 2019. Selain itu, beban penggunaan energi, consumable, utility, biaya tetap, dan suku cadang mengalami penurunan, sehingga total penurunan biaya di Januari 2020 mencapai 28% jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara untuk cash to cash cycle juga mengalami percepatan siklus 40 hari atau sekitar 41% pada Desember 2019 dibanding dengan periode di sepanjang tahun 2018.

“Atas upaya-upaya efisiensi, Krakatau Steel telah berhasil melakukan penghematan biaya sebesar US$ 130 juta pada triwulan I-2020. Meskipun demikian, kondisi di triwulan II-2020 diperkirakan berbeda karena kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50% akibat dari kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020,” paparnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *