24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News

Menpora Jadi Tersangka KPK, Maman Imanulhaq: Kita Menghormati Proses KPK

By on 19 September 2019 0 214 Views

JAKARTA, ROC – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi dana hibah KONI.

Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH. Maman Imanulhaq Faqih, meminta para pejabat negara untuk lebih berhati-hati. Maman tetap menghormati proses hukum KPK.

“Siapapun penyelenggara negara untuk berhati-hati, itu aja, kita menghormati proses KPK,” ujar Maman di Jakarta, Rabu (18/9).

Maman menyebut di Indonesia ada fenomena dimana seseorang yang sedang berkuasa akan banyak orang yang mendekatinya. Sebaliknya, ketika orang itu tertimpa masalah maka mereka akan berpura-pura tidak mengenalnya.

“Di Indonesia ada fenomena kalau seorang sedang berkuasa maka mereka berbondong-bondong mendekati dan bahkan yang bukan saudara bukan teman pun mengaku saudara tapi ketika orang tersebut tertimpa masalah maka dengan otomatis  saudara dan temanpun pura-pura tidak kenal pura-pura, tidak pernah difoto bareng,” ucapnya.

“Janganlah bagaimana pun seseorang yang pernah hadir dalam kehidupan kita ketika dia mendapat masalah kita ambil pelajarannya kita hormati hukumnya, dan apa yang bisa kita bantu tentu harus dibantu,” lanjut Maman.

Dalam kesempatan itu, Maman tidak menyangkal bila dirinya memiliki kedekatan dengan Imam Nahrawi.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sebagai tersangka terkait kasus korupsi dana hibah KONI.

“Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka yaitu IMR (Imam Nahrawi),” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Imam Nahrawi menjadi tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI dari Kemenpora. Menurut KPK, pengajuan dana oleh KONI diduga tidak didasarkan pada kondisi sebenarnya.

“Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan adalah sebesar Rp 17,9 miliar. Dalam perkara tersebut, diduga KONI pada tahap awal mengajukan proposal kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Pengajuan dan penyaluran dana hibah tersebut diduga sebagai akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya,” katanya. (Red/JituNews)

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *