29 May 2020
  • 29 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Menko Luhut Sebut Labuan Bajo jadi Calon Lokasi KTT APEC atau G20 di 2023

Menko Luhut Sebut Labuan Bajo jadi Calon Lokasi KTT APEC atau G20 di 2023

By on 25 December 2019 0 92 Views

Jakarta, ROC – Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) diproyeksikan untuk menjadi calon lokasi pertemuan KTT APEC atau KTT G20 pada 2023 mendatang.

Untuk itu, Luhut mengaku akan bertolak langsung ke salah satu ‘Bali Baru’ tersebut guna melihat potensi tempat tersebut.

“Saya mungkin lusa (Jumat, 27/12) mau pergi lihat Labuan Bajo. Saya mau lihat, perintah Presiden, kita berharap ya mudah-mudahan bisa jadi ya itu (Labuan Bajo) untuk APEC atau G20 Meeting,” kata Luhut Panjaitan dikutip dari Antara, Rabu (25/12).

Dia mengungkapkan rencana tersebut saat ditanya awak media mengenai rencana liburan akhir tahunnya. Menurut Luhut, kunjungannya ke Labuan Bajo itu pun tidak sepenuhnya untuk berlibur karena dia ingin mengerjakan tugas dari Presiden Joko Widodo itu.

“Ya paling tidak, anak istri saya libur, cucu saya libur, saya ya pura-pura libur,” katanya sambil tertawa.

Indonesia terus mengambil peluang untuk bisa unjuk gigi menggelar sejumlah kegiatan penting dunia. Setelah sukses menjadi tuan rumah Asian Games dan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada 2018, Indonesia juga menyasar agenda internasional lainnya, termasuk Olimpiade 2032.

Indonesia juga akan mengajukan diri jadi tuan rumah KTT APEC (2024), KTT Ekonomi G20 (2023), dan Ketua ASEAN (2022) sebagai peta solusi diplomasi ke depan.

Jadi Wisata Super Premium

Pemerintah Jokowi-Ma’ruf tengah berupaya mencari tambahan devisa untuk menopang penerimaan negara. Salah satu sektor yang terus digenjot adalah pendapatan dari pariwisata dengan membangun 10 Bali baru.

Presiden Joko Widodo mengatakan, dari 10 Bali tersebut, tahun depan pemerintah akan menjadikan Labuan Bajo sebagai wisata super premium. Tidak hanya membuat wisata super premium, pemerintah juga akan mengelompokkan wisata yang dapat didatangi beramai-ramai dan khusus.

“Tambahan devisa destinasi wisata baru, kita punya Bali ya, kita punya 10 Bali baru, 2 tahun ini hanya 5 dulu, 5 selesai nanti fokus ke 5 berikutnya, mana 5 itu? Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Manado,” ujarnya di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11).

Penetapan Labuan Bajo untuk menjadi wisata super premium sudah disampaikan kepada Menteri Pariwisata Wishnutama. Nantinya Kemenpar diharapkan mampu mempromosikan Labuan Bajo ke negara lain.

“Labuan Bajo juga super premium, hati-hati jangan sampai dicampur aduk menengah bawah kalau perlu ada kuotanya, berapa orang yang boleh masuk ke Labuan Bajo 1 tahun, saya sudah kasih arahan itu ke Menpar Wishnutama,” jelasnya.

Dalam rangka menunjang pendapatan dari pariwisata, pemerintah sudah membangun beberapa infrastruktur pendukung. Selain itu, pemerintah juga mendorong ekonomi kreatif untuk mengembangkan usahanya.

“Kita harapkan di tahun 2020 akhir semua infrastruktur calender of event, perbaikan produk-produk handycraft ekonomi kreatif yang akan dukung wisata baru ini selesai tahun depan. Saya kasih contoh misalnya Borobudur, bulan Maret nanti Yogyakarta internasional airport selesai 100 persen,” paparnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *