26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Menko Darmin Paparkan Penyebab Banyaknya Usaha Ritel Bangkrut

Menko Darmin Paparkan Penyebab Banyaknya Usaha Ritel Bangkrut

By on 18 January 2019 0 93 Views

Jakarta, Roc –  Bangkrutnya PT Hero Supermarket Tbk, mengakibatkan pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan sebanyak 532 orang sepanjang 2018. Penyebabnya, perseroan menutup 26 gerai jaringan ritel Giant Supermarket.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, bangkrutnya sejumlah toko ritel ini disebabkan oleh pola belanja yang semakin berubah. Masyarakat kini cenderung lebih banyak memanfaatkan belanja online (e-commerce).

“Ya sudahlah kalau soal ritel karena dunia sedang berubah. Ada e-commerce,” ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/1).

Menko Darmin melanjutkan, selain faktor perubahan pola belanja, persaingan antar ritel juga mempengaruhi. Akhir-akhir ini semakin banyak ritel yang membuka usaha dekat dengan masyarakat dengan penyediaan kebutuhan lengkap.

“Di kita khusus di Indonesia ada fenomena yang namanya Indomart, Alfamart, itu memang mengubah konstalasi. Mesti ada yang tersingkir ya. (Ada persaingan) Ya antar ritel,” jelasnya.

Sebelumnya, Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan terus memburuknya kinerja perusahaan sejak kuartal III 2018 membuat perusahaannya terpaksa mem-PHK karyawannya.

“Sampai dengan kuartal III tahun 2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen atau senilai Rp 9,849 triliun di mana perolehan tahun 2017 adalah Rp 9,961 miliar,” terangnya di kantor Pusat PT Hero Supermarket Tbk, di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (11/1).

Diterangkan Tony, penurunan kinerja ritel itu disumbang oleh sektor makanan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. “Meski demikian, bisnis non makanan tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Atas hal tersebut, perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan,” terang Tony.

Menurut Tony, PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group), telah menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi. “Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja,” kata dia. [spy/Red]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *