22 April 2021
  • 22 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Meninggal di Penjara, Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Syekh Ali Jaber

Meninggal di Penjara, Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Syekh Ali Jaber

By on 9 February 2021 0 45 Views

Ket gbr: Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Ernata (Pendakwah). Foto: Dok. Ist.

ROC — Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Ernata di makamkan di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten. Jenazahnya dikebumikan di samping makam Syekh Ali Jaber.

Tim kuasa hukum Ustaz Maaher, Novel Bamukmin, mengungkapkan alasan pemilihan lokasi pemakaman kliennya. Pihak keluarga ingin Ustaz Maaher agar dikirimkan doa setiap hari oleh para santri-santri Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran (Daqu).

“Iya benar karena saya beserta keluarga almarhum Ustaz Maaher bermusyawarah semalam dan saya kebenaran kenal dekat dengan Ustaz Yusuf Mansur untuk bisa memakamkan beliau di Daqu. Mengingat Ustaz Yusuf Mansur cinta kepada semua ulama,” kata Novel Bamukmin, Selasa (9/2).

“Dan saya berpikir bahwa kalau almarhum Ustaz Maaher di makamkan di sana, setiap hari akan terus dibacakan quran dari santri Daqu yang memang setiap hari membaca dan menghafal alquran,” sambungnya.

Bersyukur, keinginan agar jenazah Ustadz Maaher di makamkan di Daarul Quran dikabulkan oleh Ustaz Yusuf Mansur. Keluarga pun berterima kasih atas hal tersebut.

“Dan alhamdulillah Ustaz Yusuf Mansur bersedia dengan sangat menerima dan justru menjadi jalan yang baik bagi keluarga serta syiar Islam,” pungkas Novel Bamukmin.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Ustad Maaher yang lainnya, Djudju Purwantoro menyebut jika pemakaman Ustaz Maaher ditawarkan langsung oleh Ustaz Yusuf Mansur. Jenazah pun dimakamkan di sebelah makam Syekh Ali Jaber.

“Barusan dapat kontak dari Yusuf Mansur, beliau menawarkan untuk dimakamkan di Darul Quran, Tangerang, sebelahan dengan Ali Jaber,” kata Djudju Purwantoro kepada wartawan saat ditemui di RS Polri, Senin (8/2) kemarin.

Namun hari ini, pernyataan itu dibantah oleh Ustadz Yusuf Mansur. Sang Dai kondang itu menyebut, dirinya tidak menawarkan sama sekali perihal pemakaman itu.

“Bukan atas permintaan saya Ustaz Maheer dimakamin di Daqu,” tegas Ustaz Yusuf.

Meninggal di rutan Bareskrim karena sakit

Mantan Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar membeberkan kabar bahwa ustaz Maheer meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri.

“Ustaz Maher Thuwailibi, meninggal dunia di Rutan Mabes Polri beberapa menit lalu, semoga husnul khotimah. Dan semoga mendapatkan pahala syahid,” tutur Aziz saat dikonfirmasi, Senin (8/2) kemarin.

Aziz menyebut, Maheer meninggal dunia karena sakit. Dia menduga tersangka kasus ujaran kebencian itu tidak mendapatkan penanganan medis yang baik selama ditahan.

“Diduga karena sakit dan diduga tidak dapat penanganan dengan baik oleh rezim,” kata Aziz.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, pada Senin 28 Desember 2020, Iqlima Ayu, istri ustaz Maher mendatangi Kantor Bareskrim Polri untuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap suaminya yang ditahan polisi karena kasus dugaan ujaran kebencian atau penghinaan kepada Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Namun dia menegaskan, Polri tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ustaz Maaher.

“Sampai saat ini Bareskrim Polri tidak melakukan penangguhan terhadap tersangka,” kata Brigjen Rusdi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (29/2).

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *