20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Menghadapi KAMI, ini Saran Neta IPW Untuk Jokowi

Menghadapi KAMI, ini Saran Neta IPW Untuk Jokowi

By on 19 August 2020 0 128 Views

ROC – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terutama TNI dan Polri, tidak perlu khawatir terhadap terbentuknya KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang telah dideklarasikan Selasa (18/8) kemarin. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan jangan sampai ada tindakan represif aparat terhadap tokoh-tokoh KAMI.

“Pemerintah Jokowi dengan aparatur TNI Polri-nya tidak perlu menanggapi kehadiran KAMI dengan sikap represif,” kata Neta S Pane, Rabu (19/8).

Neta mengatakan apa dilakukan tokoh-tokoh yang tergabung dalam KAMI adalah wujud dari hak berdemokrasi anak-anak bangsa yang dijamin undang-undang.

Menurut Neta, sikap kritis dan mengkoreksi sikap, perilaku, dan kinerja jajaran pemerintahan adalah bagian dari kepedulian anak-anak bangsa terhadap bangsa ini maupun rakyat Indonesia.

“Pemerintah santai dan slow saja menanggapinya, toh KAMI bukan akan menjadi milisi sipil seperti di beberapa negara Afrika atau menjadi Taliban di Afghanistan, tetapi KAMI hanya sebuah gerakan intelektual sipil yang peduli dengan bangsa ini,” paparnya.

Neta menjelaskan di era Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah tokoh termasuk dirinya pernah mendirikan MKRI (Mejelis Kedaulatan Rakyat Indonesia). Menurut Neta, pemerintah SBY sempat khawatir MKRI akan melakukan gerakan perlawanan, sehingga saat akan melakukan demo, aparat keamanan menurunkan panser militer dan Polri di sejumlah titik Ibu Kota Jakarta.

Padahal, kata dia, MKRI hanya melakukan orasi dan bagi-bagi sembako di depan markas YLBI.

Menurutnya, sikap pemerintah yang terlalu cemas dan paranoid itu adalah hal biasa karena mereka tidak mau kecolongan hingga terjadi kekacauan di ibu kota. Nah, Neta berpendapat, hal itu pula yang terjadi di jajaran pemerintahan saat melihat sejumlah tokoh hadir dalam deklarasi KAMI.

“Sebab itu IPW berharap pemerintah, TNI, dan polri slow saja menanggapi kehadiran KAMI,” kata Neta.

Seperti diketahui, KAMI resmi dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Deklarasi dilanjutkan penyampaian Maklumat Menyelamatkan Indonesia oleh sejumlah tokoh. Deklarasi dihadiri banyak tokoh antara lain, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan lainnya. (Red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *