7 April 2020
  • 7 April 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Marak Tambang Pasir Besi Di Kaur, Ini Langkah Yang Ditempuh Anggota DPRD Provinsi

Marak Tambang Pasir Besi Di Kaur, Ini Langkah Yang Ditempuh Anggota DPRD Provinsi

By on 24 March 2020 0 64 Views

Marak Tambang Pasir Besi Di Kaur, Anggota DPRD Privinsi Terjun Ke Lapangan

Bengkulu, ROC — Maraknya penambangan pasir besi di Desa Waihawang dan Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu saat ini, menjadi perhatian khusus bagi anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Pasalnya, keberadaan pertambangan pasir besi yang di lakukan oleh CV Silo Moro Banyu Arto (SMBA) dan CV Rusan Sejahtera tersebut, telah lama dikeluhkan oleh warga sekitar.

Masyarakat sekitar merasa terganggu, di karenakan lokasi tambang ini berdekatan dengan perkampungan, dan berada di pesisir pantai, sehingga akan mengakibatkan musnahnya gumuk dari topografi khas pesisir yang unik, menimbulkan kerentanan serta beresiko tinggi terhadap ancaman bencana alam dan lingkungan.

“Tidak hanya itu, keberadaan penambangan pasir tersebut juga akan menimbulkan dampak sekunder berupa volusi udara, tanah dan air, yang berpeluang merusak sarana, prasarana, seperti jalan dan lain-lainnya,” jelas anggota DPDRD Kabupaten Kaur, Denny Setiawan, dalam kunjungannya ke Kabupaten Kaur, Senin (23/3).

Diketahui kunjungan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Ke DPRD Kabupaten Kaur, membahas tentang tambang pasir besi yang meresahkan warga setempat tersebut, bersama komisi satu DPRD Kabupaten Kaur.

Adapun pembahasan yang di lakukan adalah seputaran izin yang di miliki oleh perusahaan tersebut,yang di duga bermasalah atau tidak sesuai dengan prosedur.

Denny Setiawan yang juga selaku ketua pansus RTRW kabupaten Kaur, menyampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu agar merekomendasikan untuk mengadakan pencabutan semua bentuk izin tambang pasir besi itu.

“Terkait penyampaian ini, tentunya kita akan turun langsung ke lapangan, agar kita tau kondisi yang sebenarnya, kita mengetahui kebenarannya, dan kita akan memanggil pihak yang terkait di provinsi Bengkulu, terkait persoalan ini,” ungkap Herwin Suberhani dari DPRD peovinsi Bengkulu.

Sementara itu, ditempat terpisah, Rafi’i, salah seorang tokoh masyarakat dari desa Suka Menanti, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, menyampaikan permintaan kepada pihak perusahaan agar sebelum perusahaan itu ditutup, terlebih dahulu melakukan reklamasi sesegera mungkin dan melakukan penghijauan kembali serta memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat penambangan pasir besi tersebut.

“Karena kami masyarakat tidak menginginkan adanya tambang pasir besi ini, karena lebih banyak mudaradnya, daripada manfaatnya, oleh sebab itulah, kami meminta kepada pihak yang terkait untuk segera melakukan tindakan, apa bila tidak ada tindakan nyata dari pihak yang terkait, maka kami sebagai masyarakat, akan menutupnya dengan cara kami sendiri,” tegas Rafi’i.(Rozi)

(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *