14 July 2020
  • 14 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Maksimalkan Bantuan BNPB Pusat di Titik Rawan, Pemprov Jatim Kirim Mobil PCR ke Lamongan dan Tulungagung

Maksimalkan Bantuan BNPB Pusat di Titik Rawan, Pemprov Jatim Kirim Mobil PCR ke Lamongan dan Tulungagung

By on 30 May 2020 0 78 Views

Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (dok.Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, ROC — Setelah dua hari dioperasionalkan di Surabaya dan Sidoarjo, hari ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengirimkan dua unit mobil PCR, yang merupakan bantuan dari BNPB pusat untuk melayani swab test di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya, bantuan mobil PCR dari BNPB untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, juga lebih dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan swab test bagi daerah yang mengalami antrean pasien Covid-19.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk percepatan layanan laboratorium dalam melakukan tes swab di Jatim.

“Alhamdulilah kami kembali mendapat bantuan dari BNPB, berupa dua unit mobil mesin PCR. Bantuan ini penting, karena saat ini kebutuhan mesin PCR test untuk swab memang yang paling dibutuhkan karena validitasnya paling tinggi,” ungkap Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/5).

Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, mobil mesin PCR ini masing- masing juga dilengkapi 4 mesin PCR.

Masing-masing mesin PCR memiliki kapasitas tes maksimal 200 sampel per hari.

Dengan demikian, tiap satu unit mobil dengan empat Mesin PCR mempunyai kapasitas pelayanan sebanyak 200 kali empat mesin per hari. Sehingga, dua mobil ini total kapasitas layanannya dapat mencapai 1.600 sample per hari.

“Dengan tambahan bantuan mobil mesin PCR ini maka kapasitas maksimal layanan swab test di Jatim jika dimaksimalkan mencapai 3.106 sampel per hari,” imbuh orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Selain itu, setiap unit mobil juga dilengkapi dengan 2 unit mesin ekstraksi, 4992 buah ekstra kit, dan sebanyak 4992 reagen PCR kit.

“Dengan tambahan bantuan mobil mesin PCR ini, kita harap proses tes swab dengan PCR bisa dilakukan dengan cepat. Terlebih, kecepatan ini juga sangat mempengaruhi penanganan wabah Covid-19 dan tentunya juga bisa memberikan ketenangan pada masyarakat,” urainya.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat Jatim bahwa baik APD maupun reagen PCR kit yang kita miliki saat ini sudah mencukupi,” lanjut Khofifah.

Selanjutnya yang sangat menentukan adalah kedisiplinan kita untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker jika keluar rumah serta menjaga jarak yang aman mengingat vaksin covid-19 belum ditemukan.

Uji 200 spesimen

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung mendapat bantuan mobil tes PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Pemprov Jatim, Jumat (29/5). Kendaraan Mobile PCR ini akan berada di Tulungagung selama satu hari.

Ditargetkan akan ada 200 spesimen swab para pasien yang akan diuji selama di Tulungagung.

“Ada dua mesin PCR di mobil ini,” ujar Kapten Tim Mobile Combat Covid-19 ini, Alfarizi Julisetyo Sekartaji.

Ada tiga operator yang urut serta, masing-masing seorang pengambil spesimen (swaber), satu bagian ekstraksi dan satu analis.

Satu mesin bisa langsung dipakai untuk delapan spesimen. Dan hanya butuh waktu 40 menit, hasil spesimen sudah keluar.

“Akurasinya 99 persen, dari Korea,” sambung Alfarizi.

Bupati Tulungagung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Maryoto Birowo mengucapkan terima kasih atas bantuan ini.

Menurutnya Mobile PCR ini sangat membantu penanganan para pasien yang terindikasi Covid-19.

Apalagi masih banyak pasien yang hingga kini belum diketahui hasil tes swabnya.

“Dengan mobile PCR ini hasilnya cepat diketahui. Sehingga pasien bisa tahu kondisinya, terinveksi atau tidak,” terang Maryoto.

Mobil akan diarahkan ke tempat karantina RSUD dr Iskak, Rusunawa IAIN dan Puskesmas penyangga.

Tulungagung menjadi tempat persinggahan mobile PCR dari BNPB ini karena masuk zona merah, dan RSUD dr Iskak menjadi rujukan sejumlah wilayah di sekitarnya.

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto mengatakan, pihaknya menyiapkan tenaga medis untuk membantu proses swab.

“Targetnya pasien dalam perawatan (PDP) dan mereka yang dikarantina,” ujar dr Supri.

Lanjutnya, mobile PCR ini sangat membantu proses penanganan pasien. Sebab kunci penanganan Covid-19 adalah kecepatan pelacakan dan kecepatan tes pasien. Jika tes ini lambat dilakukan, maka hasilnya juga akan jelek.

“Keberhasilan suatu daerah (dalam penangani Covid-19) adalah temukan semaksimal mungkin dan tangani. Jangan sampai ada kesakitan dan yang meninggal dunia,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *