28 March 2020
  • 28 March 2020
Breaking News

Mahfud Md : Takfiri, Jihadis dan Ideologi

By on 17 February 2020 0 50 Views

ROC — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md,memastikan pemerintah akan terus memerangi radikalisme di Indonesia. Dirinya juga menekankan jika sistem Pancasila yang dianut Indonesia saat ini sudah benar dan tidak boleh diubah.

“Sistem yang kita anut sudah benar, dan tidak boleh diubah lagi,” ungkap Mahfud Md, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Selain itu, Mahfud juga bicara soal tingkatan wujud radikalisme di Indonesia. Dia menyebut, ada tiga tingkatan radikalisme yang dihadapi Indonesia.

“Kalau menggunakan bahasa agama karena yang banyak kan dikaitkan dengan itu. Tingkat satu itu takfiri, yaitu yang menganggap orang lain yang berkeyakinan beda adalah kafir yang harus dimusuhi,” ujar Mahfud.

Mahfud mencontohkan, tingkat radikalisme takfiri yakni apabila seseorang tidak menggunakan pakaian tertentu. Radikalisme takfiri, menurutnya adalah selalu menyalahkan orang lain.

“Misalnya, orang nggak pakai cadar, kafir kamu, nah itu radikal, pada tingkat takfiri. Kamu kalau tidak pakai baju kayak gini kamu itu kafir, itu takfiri. Padahal Abu Jahal juga pakai baju seperti Nabi juga ya sama aja, sehingga di tingkat takfiri itu selalu menyalahkan orang lain,” ujarnya.

Ia melanjutkan jika tingkatan kedua radikalisme yakni jihadis atau seorang yang membunuh orang lain dengan anggapan yang dilakukannya sebagai jihad suci. Mahfud memberi contoh para anggota ISIS adalah bentuk nyata dari radikalisme jihadis.

Mahfud juga menyinggung keberadaan para WNI eks ISIS. Dia menyebutkan jika dirinya juga memiliki jihad suci untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS sebagai bentuk perlindungan kepada 260 juta rakyat Indonesia.

“Bahwa mereka punya hak asasi, iya, hak asasi mereka harus dilindungi, tapi hak asasi 267 juta rakyat Indonesia juga harus dilindungi. Itu tugas negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Mahfud.

Tingkatan radikalisme terakhir yang menurut Mahfud lunak namun tetap berbahaya adalah radikalisme ideologi. Ia mengatakan jika pemerintah telah mencoba melawan radikalisme jenis tersebut dengan mencoba membubarkan khilafah.

“Tingkatan ketiga yang lebih lunak namun berbahaya adalah radikalisme dalam bentuk ideologis, wacana. Misalnya mau melaksanakan ideologi baru bahwa ideologi kita ini salah melalui lembaga pendidikan dan diskusi, serta brosur-brosur penyusupan bahwa Pancasila salah harus diganti,” tutur Mahfud.

“Nah itu bagian dari wacana ideologis yang selalu sebut misalnya sekarang yang kita bubarkan tuh, khilafah itu. Betul tidak khilafah itu?,” jelasnya.

(idj/idj)
Foto : WinNet.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *