17 September 2019
  • 17 September 2019
Breaking News

Mahfud MD Menyebut Dirinya adalah Korban Politik

By on 26 March 2019 0 112 Views

Republik-online.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membeberkan kebiasaan para pejabat korupsi usai ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setidaknya ada tiga poin yang biasanya terjadi berurutan.

“Pertama bahwa saya ini dijebak. Kan enggak mungkin orang dijebak dengan OTT. Karena OTT dibuntuti udah lama dan dia sendiri yang atur pertemuannya,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Kemudian, dia menambahkan, usai memberikan pernyataan itu, pejabat yang diduga terlibat kasus rasuah itu akan menyebut bahwa dirinya merupakan korban politik.

“Tidak ada jawaban lain. Nanti sudah diperiksa, ditunjukan bukti-buktinya, baru dia oh ya,” jelasnya.

Terakhir, pejabat tersebut akan mengambil langkah nota keberatan alias eksepsi saat persidangan.

“Eksepsi, menolak semua isi dakwaan. Kan selalu begitu urutannya,” ujar Mahfud.

Sama halnya dengan Romahurmuziy alias Rommy yang dibekuk KPK terkait dengan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu disinggung Mahfud lantaran mantan ketua umum PPP itu mengatakan dalih yang sama.

“Sekarang Romi baru sampai pada tahapan menyatakan dijebak, kemudian tidak kenal. Tapi semua sampai saat ini kalau KPK bawa ke pengadilan itu hasil sama. Nanti sebentar lagi eksepsi, nanti masuk sidang kedua, ketiga, sudah biasa,” tutupnya. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *