30 March 2020
  • 30 March 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Mahfud Md : Kepala Daerah Jangan Jadikan Corona Panggung Politik, Saan Mustopa : Mahfud Tak Perlu Larang Kepala Daerah Cari Panggung

Mahfud Md : Kepala Daerah Jangan Jadikan Corona Panggung Politik, Saan Mustopa : Mahfud Tak Perlu Larang Kepala Daerah Cari Panggung

By on 4 March 2020 0 204 Views

Jakarta, ROC — Terkait 2 WNI warga Depok yang diumumkan terdeteksi virus Corona (COVID-19) di wilayah RI pada Senin (2/2), Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan bahwa segala Informasi tentang penanganan corona itu sendiri terpusat di Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Dia menegaskan pemerintah-pemerintah daerah, jangan terlalu mendramatisir persoalan.

“Pemerintah-pemerintah Daerah itu jangan mendramatisir informasi corona dengan melakukan konferensi pers sebelum jelas, jangan mempolitisir dan menjadikan corona sebagai panggung politik,” Kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2020).

Kasus suspect Corona yang terjadi di Cianjur, dikatakan Mahfud sebagai contoh suspect corona mengkhawatirkan yang baru diumumkan ternyata tidak ada terinfeksi corona baru disiarkan di TV.

“Seharusnya pemerintah di setiap daerah dapat menenangkan masyarakatnya, jangan membuat apa, situasi seperti menakutkan, ya biasa-biasa saja ya, di Cianjur itu tadi katanya corona mengkhawatirkan ini baru diumumkan itu ternyata nggak ada terinfeksi corona baru disiarkan di TV,” ujarnya.

Mahfud beranggapan, flu biasa lebih banyak mematikan dibandingkan dengan virus Corona. Hal itu dikatakannya sesuai dengan statemen yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Untuk itu dia meminta agar statemen terkait penanganan corona jangan dilakukan secara terpisah.

“Yang lebih banyak membunuh itu justru flu biasa daripada corona itu. Itu menurut penjelasan Menteri Kesehatan. Oleh sebab itu masalah tehnis penanganan sekarang jangan bicara sendiri-sendiri termasuk saya, saya hanya menyampaikan itu sudah terpusat,” jelas Mahfud.

Terkesan menyindir, dia menyatakan adanya pesan-pesan yang sifatnya bertujuan politis dan bukan tehnis agar disampaikan secara hati-hati. Sehingga tidak terlihat seperti mendramatisir ataupun mencari panggung dan kepentingan lain di balik itu. Pesannya yang sifatnya politis, bukan teknis penanganannya.

“Pemerintah daerah supaya berhati-hati memberi keterangan, jangan terkesan ingin mendramatisir mencari panggung, masyarakat ditenangkan dan perlu diketahui, pemerintah siap dan mampu menangani corona itu dengan standar WHO,” imbuhnya

Mahfud juga menyampaikan pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat kabinet siang tadi. Dia menyampaikan pemerintah siap dan mampu mengatasi COVID-19.

“Tadi memang rapat kabinet soal Corona. Jam 10.00 WIB sampai selesai isinya pertama pemerintah siap dan mampu mengatasi corona. Masyarakat jangan panik. Karena kata presiden coronanya itu sendiri tidak terlalu menakutkan kalau dilihat dari statistik tapi yang lebih menakutkan kepanikan masyarakat,” sebutnya

Kepanikan yang terjadi di masyarakat menurutnya justru membuat keadaan negara menjadi tidak baik. Untuk itu ditegaskan Mahfud bahwa masyarakat dan Negara siap dan mampu mengatasi virus asal Wuhan itu.

“Yang lebih buruk bagi kehidupan kebangsaan kita Ini kalau terlalu panik masyarakat tidak baik bagi negara. Masyarakat sudah siap dan mampu untuk mengatasi corona itu secara terbuka,” tegasnya.

Nasdem : Kepala Daerah Berhak Berbicara Dan Bertanggung Jawab Terhadap Warga

Terkait pernyataan Mahfud Md tersebut, Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem menilai Mahfud tak perlu melakukan itu, karena Kepala Daerah berbicara di depan khalayak di wilayahnya adalah hal yang wajar, apalagi menyangkut hal yang kini dihadapi bersama adalah virus corona. Kepala daerah bertanggung jawab atas keamanan warganya.

“Jadi, Pak Mahfud tidak perlu mengatakan ‘ini jangan dijadikan panggung politik’ dan sebagainya. Kalau perlu, secepatnya pemerintah pusat berkonsolidasi dengan pemerintah daerah dengan cara memanggil, membahas bagaimana cara menangani corona ini, jadi bukan berwacana di publik,” kata Sekretaris Fraksi NasDem DPR, Saan Mustopa, kepada wartawan, Rabu (4/3).

Saan merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR, komisi yang membidangi otonomi daerah. Menurutnya, kepala daerah memang perlu berbicara di depan rakyatnya supaya rakyat merasa keamanannya terjamin. Bukan berarti kepala daerah sedang mencari panggung politik, apalagi panggung politik Pilpres 2024.

“Kita berpikir positif. Ini kan masih terlalu dini kalau misalnya kepala daerah memainkan isu ini dalam konteks untuk mencari panggung politik. Menurut saya, marilah sama-sama berpikir positif dan fokus soal penanganan virus corona,” pungkas Saan Mustopa. (idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *