26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Mahfud MD : Karena Beberapa Pelanggaran, Djoko Tjandra Bisa Dihukum Lebih Lama

Mahfud MD : Karena Beberapa Pelanggaran, Djoko Tjandra Bisa Dihukum Lebih Lama

By on 2 August 2020 0 89 Views

Ket.gbr: Bareskrim Polri berhasil menangkap Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia dan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7) malam.

ROC – Djoko Tjandra bisa mendapat hukuman baru yang jauh lebih lama. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali. Dia baru ditangkap di Malaysia setelah 11 menjadi buron.

Mahfud mengatakan hukuman-hukuman tersebut bisa diberikan karena tingkah Djoko Tjandra.

“Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara dua tahun. Karena tingkahnya dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama. Dugaan pidananya, antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya,” kata Mahfud dalam akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, pada Sabtu (1/8).

Ia juga mengajak masyarakat mengawal jalannya proses penegakan hukum dalam kasus tersebut.

“Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini,” kata Mahfud.

Diberitakan sebelumnya Djoko Tjandra telah buron selama 11 tahun terkait kasus tersebut.

Selama itu pula ia hidup berpindah-pindah. Tak hanya itu ia juga diduga telah menyuap sejumlah oknum pejabat Kepolisian untuk membantu pelariannya tersebut.

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, memimpin langsung penyerahan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung RI di Bareskrim Polri, Jakarta pada Jumat (31/7).

Laporan pandangan mata dari tempat kejadian, nampak hadir Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ali Mukartono, Kepala Rumah Tahanan atau Rutan Salemba Renharet Ginting, dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga.

Tak hanya itu, tampak pula sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI di dalam penyerahan terpidana tersebut.

Dalam paparannya, Kabareskrim Komjen Listyo menyebut penyerahan itu merupakan tindak lanjut dari penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia.

“Hari ini secara resmi 1×24 jam harus diserahkan ke Kejaksaan selaku eksekutor dalam kasus PK kita serahkan,” kata Listyo.

Namun demikian, Listyo mengatakan Djoko Tjandra masih harus dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan yang dimaksudkan terkait pelariannya selama di Indonesia.

“Pemeriksaan kasus-kasus yang terjadi yaitu keluar-masuk Djoko Tjandra dan kepentingan lain. Jadi saat ini yang bersangkutan dititipkan di Mabes Polri untuk memudahkan Bareskrim Polri untuk lanjutkan penyelidikan dan pemeriksaan Djoko Tjandra,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pemeriksaan Djoko Tjandra juga nantinya berkaitan dugaan adanya aliran dana yang dikeluarkan oleh terpidana itu selama pelarian di Indonesia.

Termasuk terkait penerbitan surat jalan yang menjerat salah satu jenderal polisi.

“Kita lakukan pemeriksaan dengan kasus surat jalan atau rekomendasi dan kemungkinan aliran dana,” pungkasnya. (red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *