23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Luhut Tegaskan Tak pernah Bicara soal Tesla akan Bangun Pabrik Mobil di Indonesia

Luhut Tegaskan Tak pernah Bicara soal Tesla akan Bangun Pabrik Mobil di Indonesia

By on 25 February 2021 0 64 Views

ROC — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku tak pernah membicarakan rencana pembangunan pabrik mobil listrik Tesla di Indoensia.

“Kami tidak pernah bicara (khusus) soal pabrik mobil. Nggak pernah. Tesla itu mempertimbangkan investasi di 6 sektor,” kilah Luhut, Kamis (25/2).

Ia pun menjabarkan enam sektor tersebut, seperti mobil, starlink, launching pad, hypersonic, baterai lithium, dan stabilizer energy. Menurutnya, Tesla melihat potensi yang besar terkait sektor-sektor ini di Indonesia. Apalagi, Indonesia penghasil nikel ore terbesar di dunia.

Hingga saat ini pun, pemerintah masih melakukan pembicaraan dengan Tesla. Sehingga, ini memberi harapan masih terbukanya peluang perusahaan milik Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia.

Luhut juga meminta untuk tetap tenang, meski memang ada kabar Tesla lebih memilih India untuk membangun pabrik barunya.

“Pokoknya kami masih bicara. Dan yang ribut soal mobil Tesla di India, ini kan rencananya masih 2025. Apakah bakal kejadian? Kita nggak tahu,” tegas Luhut.

Luhut pun memerinci beberapa hal yang tengah dibicarakan dengan Tesla. Salah satunya, terkait potensi baterai lithium yang bisa dimanfaatkan oleh kendaraan tenaga listrik.

Ia mengatakan, pengembangan baterai lithium bisa diproduksi masal di tahun 2023. Bahkan, sudah ada beberapa perusahaan besar yang terlibat dalam produksi, seperti LG dan CATL.

Luhut juga optimistis, Indonesia bisa menjadi global supply chain terkait dengan baterai lithium hingga turunannya. Pasalnya, hingga saat ini Indonesia benar-benar memiliki bahan untuk baterai lithium.

“Kita ini terintegrasi. Jadi, nikel ore ini ada smelter-nya, turunannya, kemudian kemudian copper ada smelter dan turunannya juga, salah satu turunannya asam sulfat dan ini yang dibutuhkan baterai lithium. Kalau bisa Maret kita ke sana,” pungkasnya.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *