19 October 2019
  • 19 October 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Latih Program SP3T Kelompok Tani Jabar, Suharno: Kembalikan Kejayaan Sektor Pertanian

Latih Program SP3T Kelompok Tani Jabar, Suharno: Kembalikan Kejayaan Sektor Pertanian

By on 20 July 2018 0 158 Views

Ciamis, ROC – Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dapil Jabar, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM didampingi oleh calon anggota DPR-RI Ibu DR. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH, MM mengajak sejumlah kelompok tani dari Kabupaten Bandung untuk mengunjungi Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di Desa Cikohkol,  Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Kamis (19/7).

Menurut Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM, maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk memberikan pelatihan dan pemahaman tekhnologi pertanian melalui program SP3T.

“Dengan program ini, diharapkan petani dapat meningkatkan produksi tanam padi, hingga meningkatkan jumlah padi yang dihasilkan serta memotong mata rantai penjualan hingga terhindar dari tengkulak,” ujar Suharno di lokasi pabrik pengolah padi tersebut.

Lanjutnya, selain efektif dan efisien, pemanfaatan tekhnologi berbasis SP3T ini dapat meningkatkan pendapatan, baik dari segi tenaga kerja maupun masa dari panen hingga penjualan.

Bersama Kelompok Tani, Mayjen (Purn) DR.Ir.H. Suharno MM dan DR Hj Adjeng Ratna Suminar, SH,MM di lokasi mesin pembibitan padi, Cikohkol, Banjarsari, Kamis (19/7).

“Dengan menggunakan mesin ini, dari masa panen hingga produksi dan penjualan, dapat memangkas waktu yang cukup efektif, padi basah bisa langsung dikeringkan di mesin ini dalam jangka waktu 8 jam, dan langsung digiling hingga pengepakan ke dalam karung. Dan itu hanya memerlukan 3 orang tenaga kerja,” terangnya.

Ia berharap, dengan pemanfaatan tekhnologi ini, para petani dapat meningkat kembali taraf hidupnya, dan sector pertanian bisa menjadikan primadona dan dapat mengembalikan kejayaan pertanian di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

DR Hj Adjeng Ratna Suminar, SH,MM dan Mayjen (Purn) DR.Ir.H. Suharno MM dengan latar belakang mesin pengering dan pengolah padi.

Sementara Ibu DR. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH, MM dalam kesempatan tersebut mengatakan, mesin yang menggunakan teknologi SP3T ini memang banyakmemberikan manfaat dan kelebihan. Namun dibalik itu ada pula sisi kekurangannya yang perlu dibenahi.

“Mesin ini sangat bagus jika dikembangkan secara serius oleh para petani, namun ada sisi negative yang dapat saya tangkap saat ini, yaitu jika dalam masa panen berakhir, mesin tersebut tidak dirawat sebagaimana mestinya,” ujar Ibu Adjeng.

Mantan Anggota Komisi 1 DPR-RI periode sebelumnya ini menjabarkan, seharusnya mesin digunakan maupun tidak digunakan semestinya dirawat, sehingga masa pakai alat tersebut dapat digunakan dalam waktu yang lama.

DR. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH.MM, di tempat mesin pengepakan beras.

“Salah satu kebiasaan buruk masyarakat kita ini yaitu, sudah dikasih mesinnya, malah minta modal untuk perawatannya, seharusnya dengan diberi mesin tersebut petani memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya,” tegasnya.

Namun ia sangat optimis, dengan dilaksanakannya program SP3T secara serius oleh petani, diharapkan akan membawa petani menjadi petani yang makmur dan sejahtera, minimal untuk petani itu sendiri.

Dalam kunjungan tersebut, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM beserta Ibu DR. Hj. Adjeng Ratna Suminar, SH, MM didampingi oleh Kolonel (Purn) Bagus Heri Wiwoho, serta Asep Kurniawan Manager SP3T Poktan Darma Usaha Sukasari, Banjarsari Ciamis dengan membawa kelompok petani dari Kabupaten Bandung yaitu dari 5 orang dari Kecamatan Pacet, 5 orang dari desa Nagrak, 5 orang dari desa Cikawao, 5 orang dari Kecamatan Katapang serta 2 orang dari Kecamatan Cikalong. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *