26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Lakukan Perombakan : Jokowi Tunjuk Erick Thohir Gantikan Sri Mulyani, Posisi Menkes Terawan Tidak Jelas

Lakukan Perombakan : Jokowi Tunjuk Erick Thohir Gantikan Sri Mulyani, Posisi Menkes Terawan Tidak Jelas

By on 14 November 2020 0 124 Views

ROC — Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengadakan perombakan. Dia menginstruksikan Menteri BUMN Erick Thohir menggantikan posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menjadi Wakil Ketua IV di struktur Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

“Wakil Ketua IV merangkap Ketua Tim Pelaksana: Menteri Badan Usaha Milik Negara,” tulis Pasal 3 ayat 2 huruf e di beleid tersebut.

Namun demikian, Jokowi tetap meminta Erick menjabat posisinya dulu dalam struktur Komite PC-PEN, yaitu sebagai Ketua Tim Pelaksana.

Kepala negara menunjuk Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Andika Perkasa dan Wakil Kepala Kepolisian RI Gatot Eddy Pramono sebagai pembantu Erick dengan jabatan masing-masing Wakil Ketua Tim Pelaksana I dan II.

Seperti dikutip RRI, dalam beleid itu dituliskan bahwa tugas Erick dari Jokowi tidak banyak berubah, yaitu; mengoordinasikan dan mengintegrasikan pelaksanaan kebijakan dan program penanganan covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

Namun, tambahannya adalah membantu Ketua Komite PC-PEN Airlangga Hartarto.

Sementara Sri Mulyani yang jabatannya diduduki Erick, kini menempati posisi Wakil Ketua V Komite PC-PEN. Yang sebelumnya diisi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sementara itu, hingga Jumat 13 November 2020, sebanyak 5.444 orang terkonfirmasi positif virus Corona.

Data dari Satgaas Covid-19, penambahan tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap 42.333 spesimen. Maka total terkini kasus terkonfirmasi di Indonesia menjadi 457.735 orang.

Sedangkan tingkat kesembuhan di Indonesia dalam 24 jam terakhir sebanyak 3.010 orang dan tak lagi terinfeksi Covid-19.

Dengan demikian total secara nasional, ada 385.094 orang yang sembuh dan terbebas dari Covid-19.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga terus meningkat. Menurut catatan Satgas Covid-19, mereka yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir pada hari ini 104 orang. Total keseluruhan menjadi 15.037 kasus.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB, Kamis, 12 November 2020 hingga Jumat 13 November pukul 12.00 WIB.

Namun, tambahannya adalah membantu Ketua Komite PC-PEN Airlangga Hartarto.

Sementara Sri Mulyani yang jabatannya diduduki Erick, kini menempati posisi Wakil Ketua V Komite PC-PEN. Yang sebelumnya diisi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sementara itu, hingga Jumat 13 November 2020, sebanyak 5.444 orang terkonfirmasi positif virus Corona.

Data dari Satgaas Covid-19, penambahan tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap 42.333 spesimen. Maka total terkini kasus terkonfirmasi di Indonesia menjadi 457.735 orang.

Sedangkan tingkat kesembuhan di Indonesia dalam 24 jam terakhir sebanyak 3.010 orang dan tak lagi terinfeksi Covid-19.

Dengan demikian total secara nasional, ada 385.094 orang yang sembuh dan terbebas dari Covid-19.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga terus meningkat. Menurut catatan Satgas Covid-19, mereka yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir pada hari ini 104 orang. Total keseluruhan menjadi 15.037 kasus.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB, Kamis, 12 November 2020 hingga Jumat 13 November pukul 12.00 WIB.

Nama Terawan sendiri memang kerap dicari publik. Sejak kasus Covid-19, Terawan jarang muncul ke permukaan.

Bahkan presenter Najwa Shihab, mewawancarai kursi kosong yang diidentikkan dengan Terawan. Hal itu karena berkali-kali Terawan tidak memenuhi undangan dari tim Najwa Shihab.

Presenter Najwa Shihab mengungkap alasan mengapa dirinya ingin mengundang Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto ke dalam acara “Mata Najwa”.

Menurutnya, kehadiran Terawan di tengah situasi pandemi corona sangat dibutuhkan agar publik mengetahui situasi pandemi corona di Indonesia.

“Tak ada yang lebih otoritatif selain menteri untuk membahasakan kebijakan-kebijakan itu kepada publik, termasuk soal penanganan pandemi,” ujar Najwa dilansir dari RRI.co.id, Selasa (6/10) lalu.

Terawan beberapa kali telah diundang dalam acara Mata Najwa, namun ia tak juga datang. Karena tak kunjung datang ke acara “Mata Najwa”, Najwa pun mengadakan konsep talkshow monolog dengan kursi kosong disampingnya.

Najwa melontarkan beberapa pertanyaan kepada Terawan seakan-akan Terawan ada disampingnya.

Pertanyaan yang Najwa lontarkan seputar penanganan dan masalah-masalah pandemi Covid-19 di Indonesia yang sampai saat ini belum juga menghilang.

Berikut 10 lpertanyaan yang dilontarkan Najwa kepada Menkes:

1. Mengapa menghilang Pak? Anda minim sekali muncul di depan publik memberi penjelasan selama pandemi. Rasanya menteri kesehatan yang paling low profile di seluruh dunia selama pandemi hanya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, atau kehadiran Menteri Kesehatan di muka publik memang anda rasa tidak terlalu penting?

2. Sejak awal pandemi anda terkesan menganggap virus ini bukan ancaman besar apakah kini anda mengakui bahwa kita kecolongan dalam langkah penanganan di awal yang seharusnya bisa lebih tanggap?

3. Saya ingin klarifikasi informasi, apakah betul di awal pandemi dulu justru anda Menteri Kesehatan yang mengusulkan bahwa kita tidak perlu melakukan karantina wilayah?

4. Pak Terawan sampai sekarang kondisi pandemi belum juga terkendali data dan angka jelas menunjukkan itu. Di saat negara lain bahkan sudah berangsur-angsur memperlonggar situasi, kenapa kita tertinggal?

5. Presiden Jokowi secara terbuka berulang kali menegur kinerja anda di depan publik. Berangkat dari penilaian atasan anda itu, saya akan beri kesempatan pada anda untuk menjelaskan soal teguran itu satu per satu Pak Menteri.

Kenapa test kita belum juga mencapai target? Kenapa resapan anggaran kementerian masih rendah? Kenapa berbagai peraturan dan birokrasi masih berbelit di Kementerian Kesehatan? dan kenapa perlindungan tenaga kesehatan kita belum maksimal?

6. Spesifik soal tenaga kesehatan, angka kematian Nakes kita sangat tinggi dan masih terus naik. Bukankah Menkes menjadi pelindung dan pembela utama Nakes? Kapan perbaikan bisa kita lihat?

7. Masih saja ada disparitas antara data pusat dengan data daerah, padahal data saat pandemi sangat krusial untuk menentukan kebijakan. Mengapa sampai sekarang tidak juga beres?

8. Bagaimana dengan data bahwa gedung Kemenkes menjadi klaster perkantoran terbesar di Jakarta, kenapa tidak terbuka dan transparan lalu menutup kantor pak

9. Pak Terawan ada banyak Menteri Kesehatan yang mundur karena penanganan Covid-19. Misalnya Menteri Kesehatan New Zealand, Ceko, Polandia, Brazil, Chile, Pakistan, Israel public health direktornya mundur, Kanada publik health agensinya mundur. Pertanyaan saya pak, apakah penanganan kita lebih baik dari negara-negara yang Kemenkesnya mundur itu?

10. Yang jelas bukan hanya desakan ke Presiden, tapi publik diantaranya lewat petisi meminta kebesaran hati anda untuk mundur saja. Siap mundur pak? Atau bagaimana anda bisa meyakinkan publik bahwa masih layak menjalankan menduduki posisi yang berat ini?

Begitupun saat Mahfud MD hadir di acara Mata Najwa. Najwa menitip salam ke Menkes Terawan lewat Mahfud MD.

“Ngomong-ngomong kursi kosong, salam ke Pak Terawan ya Pa. Salam manis,” kata Najwa sambil tersenyum.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *