23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Laju Vaksinasi Khusus Lansia Melambat, dr. Siti Nadia Tarmizi: ini Kendala yang Dialami

Laju Vaksinasi Khusus Lansia Melambat, dr. Siti Nadia Tarmizi: ini Kendala yang Dialami

By on 8 April 2021 0 63 Views

Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI (kiri) dr. Siti Nadia Tarmizi: mengurus lansia tugas mulia. Para lansia yang bersiap untuk divaksin (kanan) saat kegiatan Sentra Vaksinasi Bersama COVID-19, Jakarta, Senin (15/3/2021).

ROC – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lansia belum mencapai target yang diharapkan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu dalam Dialog Produktif Rabu Utama, Partisipasi Lansia, Tugas Bersama yang dilaksanakan pada Rabu, 31 Maret 2021, mengakui bahwa vaksinasi lansia masih berjalan berjalan lambat.

“Proses percepatan vaksinasi pada lansia pada tahap kedua ini memang masih lambat,” papar Maxi.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, dalam dialog virtual yang disiarkan di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Selasa, 6 April 2021 mengungkapkan, penyebab pertama adalah masih adanya rasa takut atau ragu pada lansia.

“Mereka takut terkait penularan virus Corona apabila harus keluar rumah,” kata Siti Nadia.

Nadia menyebut beberapa kendala yang membuat pelaksanaan vaksinasi pada lansia menjadi lebih lambat dibandingkan pada target non-lansia.

“Lansia mungkin masih merasa takut karena sosialisasi atau informasi, yang sudah kita katakan bahwa saat ini lansia mendapatkan prioritas untuk mendapatkan vaksin, dan nanti di sentra vaksinasi protokol kesehatan akan tetap dijalankan. Ini masih membuat keraguan pada usia di atas 60 tahun.” ujarnya.

“Karena kita tahu di awal bahwa kita meminta, karena risiko pada lansia, untuk mereka tetap berada di rumah, mengurangi aktivitas keluar rumah, dan tentu membatasi mobilitas,” tambahnya.

Penyebab kedua, lanjutnya,adalah keterbatasan fisik yang dialami lansia. Hal ini mungkin membuat mereka menjadi lebih terkendala saat harus mendatangi sentra vaksinasi.

“Mungkin karena ada mereka yang keterbatasan fisik, kalau pergi harus ditemani anak atau keluarganya,” tutur Nadia.

Nadia menambahkan, jadwal vaksinasi pada lansia mungkin tidak tepat dengan jadwal kegiatan anak atau keluarganya.

“Atau bisa saja lansia ini hidup sudah terpisah dari anak atau keluarganya, jadi tidak ada yang mengantar ke sentra vaksinasi,” imbuhnya.

Dikatakan juga, kendala lain yang mungkin dihadapi adalah terkait finansial. Menurut Nadia, ada beberapa lansia yang mungkin masih harus bekerja atau memiliki keterbatasan finansial.

Lalu, kendala yang biasanya juga terjadi ketika lansia harus mendaftar dengan cara online. Sebagian lansia merasa kesulitan dengan cara ini.

“Yang terakhir adalah kita tahu untuk mendapatkan layanan vaksinasi kan harus mendaftar. Mungkin mereka belum paham untuk cara mendaftar. Apalagi pendaftarannya ini kita lakukan secara online,” jelas Nadia.

Nadia pun mengatakan bahwa Kemenkes akan berupaya untuk membantu lansia dalam mengakses pos atau sentra vaksinasi COVID-19.

“Ini harus dibantu.” tegasnya.

Anggota Keluarga sampai Pak RT Harus Aktif

Untuk bisa mengajak para lansia divaksin COVID-19, Nadia mengungkapkan perlu bantuan dari banyak pihak. Mulai dari lurah, kepala desa, hingga RT dan RW, dapat digerakkan untuk melakukan pendataan lansia.

Hal tersebut juga dapat memudahkan pelaksanaan vaksinasi, agar lokasinya tidak terlalu jauh dari kediaman lansia, serta mencegah terjadinya kerumunan.

“Sehingga kalau ada, dibantu oleh lurah, RT, bahkan bisa dibantu oleh Karang Taruna untuk membantu pendataan tersebut. Kemudian nanti dilakukan penjadwalan untuk kemudian bisa dilakukan vaksinasi secara serentak,” ungkap Nadia.

Senada dengan Nadia, Hindra Irawan Satari, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), mengatakan bahwa RT, RW, hingga puskesmas, juga bisa berperan mengajak lansia untuk divaksinasi.

“Sebetulnya masyarakat kalau diberikan penerangan yang sebenar-benarnya, itu patuh dan siap,” kata Hindra.

Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam yang juga seorang vaksinolog, mengatakan bahwa lingkungan terdekat lansia seperti anak atau keluarga, harus mendukung mereka untuk divaksin.

“Jangan sampai kita sebagai anak yang justru menjadi penghalang,” kata Dirga dalam diskusi virtual pada Selasa (7/4).

“Justru kita yang harus menyemangati, kita yang harus mengantarkan.” ujarnya.

“Dulu waktu kita kecil kita yang dibawa ke puskesmas, ke posyandu untuk vaksinasi. Sekarang giliran kita yang mengantar orangtua kita, kakek nenek kita ke tempat-tempat vaksinasi,” tambahnya.

Maka dari itu, Dirga mengatakan bahwa anak muda harus terlebih dulu mendapatkan informasi yang tepat mengenai vaksinasi Covid-19, sebelum disampaikan ke orang yang lebih tua kemudian.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *