31 October 2020
  • 31 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Lagi, ABK WNI Meninggal Dunia di Kapal China dan Dilarungkan ke Laut

Lagi, ABK WNI Meninggal Dunia di Kapal China dan Dilarungkan ke Laut

By on 13 August 2020 0 97 Views

Ket.gbr: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi saat telekonferensi bersama menteri dari 11 negara (foto.dok: Kemenlu)

ROC — Terjadi lagi, Anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di kapal China dan jenazahnya lagi-lagi dilarungkan ke laut.

Atas kejadian itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi turut prihatin.

Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Kemenlu Judha Nugraha menyatakan, Menlu telah bertemu dengan Duta Besar China pada Kamis bulan lalu (30/7).

Mereka membahas kematian empat ABK WNI di kapal Han Rong 363 dan Han Rong 368.

“Ibu Menlu menyampaikan keprihatinan Indonesia yang sangat mendalam atas berulangnya kasus yang menimpa awak kapal indonesia di kapal berbendera RRT dan meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan dilakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujar Judha dalam konferensi pers secara daring, Kamis (13/8).

Empat ABK WNI yang meninggal dunia di kapal China itu adalah berinisial B, AS, R, dan AW.
Peristiwa kematian B, AS, R, dan AW terjadi antara Mei-Juni 2020.

Pemerintah sempat berupaya agar jenazah dapat dipulangkan ke Tanah Air.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, keempat jenazah telah dilarungkan ke laut pada Juli 2020.

Judha mengatakan, Dubes China berkomitmen untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Indonesia pun menanti hasil penyelidikan dan penegakan hukum yang dilakukan pemerintah China.

“Sampai saat ini Indonesia menunggu hasil penyelidikan dan penegakan hukum yang dilakukan otoritas RRT,” katanya.

Di lain sisi, pemerintah Indonesia pun menjamin hak-hak ketenagakerjaan para ABK.

Menlu telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan gaji serta santunan kepada ahli waris.

Perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan ABK pun telah dipanggil.

“Seluruh hak-hak almarhum berupa gaji, deposit, dan santunan telah diberikan kepada ahli waris,” kata Judha.

“Sementara asuransi akan dicairkan segera menunggu proses administratif penerbitan akta kematian. Setelah itu akan segera diberikan ke pihak ahli waris,” imbuhnya. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *