20 August 2019
  • 20 August 2019
Breaking News

Krisis Guru Agama di Mojokerto Akibat Pelarangan ini

By on 19 February 2019 0 108 Views

MOJOKERTO, ROC – Kabupaten Mojokerto krisis guru agama islam dari tingkat SD, SMP maupun SMA/ SMK baik itu negeri maupun swasta dikarenakan dilarang menerima tenaga guru honorer.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Kemenag Kabupaten Mojokerto Mustain Rozaq mengatakan bahwa, rata-rata sekolah kekurangan guru Pendidikan Agama Islam sebab banyak yang sudah pensiun, “Sejak tahun 2017 sampai dengan awal tahun 2019 jumlah guru agama islam ada tujuh puluh yang pensiun,” jelasnya.

Walaupun puluhan guru agama islam sudah pensiun mengajar, tapi sampai sekarang belum ada penambahan satu pun guru agama islam baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK.

Beliau mengatakan bahwa jumlah lembaga pendidikan yang ada guru pendidik agama islam mencapai sekitar lima ratus delapan puluh delapan sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK baik negeri maupun swasta.

“Dari jumlah sekolah itu, sekarang yang masih aktif mengajar tercatat sekitar dua ratus tiga puluh tiga guru pendidik agama islam,” jelasnya.

Sementara ini untuk solusinya lembaga pendidikan yang mata pelajaran agama islam dicover oleh guru yang notabene tidak memiliki kompetensi dibidangnya. “Yang penting bisa mengajar agama islam walau sekalipun guru olahraga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebelumnya telah menerbitkan surat larangan pengangkatan guru honorer yang baru. Walau sudah beberapa kali mengajukan tambahan guru pendidik agama islam, baik ke Dinas Pendidikan maupun ke Bupati Mojokerto, hasilnya pun tetap nihil.

Kami pasrahkan aja semua kepada Bupati bagaimana baiknya. Yang penting Kemenag sudah berusaha agar setiap lembaga pendidikan ada guru agama islam yang kompeten, jelasnya. (US/NS)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *