2 July 2020
  • 2 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • KPK Tegaskan Pengusutan Kasus Suap Wahyu Setiawan Akan Terbuka ke Publik

KPK Tegaskan Pengusutan Kasus Suap Wahyu Setiawan Akan Terbuka ke Publik

By on 20 January 2020 0 96 Views

ROC – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menegaskan akan terus mengembangkan kasus dugaan suap menyeret mantan anggota KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR Fraksi PDIP periode 2019-2024. KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus ini selain Wahyu Setiawan, yakni mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Lili mengatakan, KPK akan terus memeriksa saksi-saksi yang relevan dan diduga mengetahui konstruksi perkara tersebut. Dari keterangan para saksi, pihaknya akan mengembangkan dan kemungkinan menyeret pelaku lain.

“Kasus terus berkembang dari keterangan saksi-saksi. Tunggu sajalah kan belum berakhir penyidikannya,” ujar Lili saat dikonfirmasi, Senin (20/1).

Lili mengklaim KPK akan terbuka kepada masyarakat terkait proses penyelidikan kasus ini. “Bisa diikuti hari-hari berikutnya, KPK akan terbuka untuk itu,” kata dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terplih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *