20 July 2019
  • 20 July 2019
Breaking News

Kotak Suara yang Penyok di Jabar Akan diganti KPU

By on 1 February 2019 0 104 Views

Republik-online.com, Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Arief Budiman mengatakan akan mengecek kotak suara di Jawa Barat kedapatan penyok. Kotak tersebut penyok itu ditemukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Jawa Barat saat melakukan pengecekan.

“Ya nanti kita cek dulu. Kalau rusak ganti, kalau enggak rusak ya enggak usah diganti,” kata Arief kepada wartawan di kantornya, Jumat (1/2).

Meski Demikian, ia berdalih spesifikasi kotak suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2019 sudah melalui pengecekan.

“Yang jelas kotak suara itu sebelum diproduksi spesifikasinya sudah dicek, sudah diperhitungkan bahwa dia akan mampu menjalankan fungsi sebagai kotak suara,” katanya.

“Jadi bukan sebagai barang angkut lain-lain, tapi menjalankan fungsi sebagai kotak suara. Ya tentu kondisinya memang sebagaimana yang harus kita tentukan, kalau ternyata di beberapa tempat ada bencana alam kayak banjir, ya tentu kondisinya sudah berubah,” Tambah Arief.

Logistik Kotak Suara Sudah Rampung

Di samping itu, Arief menegaskan untuk logistik kotak suara sudah rampung. “Untuk kotak, bilik, tinta, segel hologram itu sudah,” katanya.

Kini, pihaknya masih memproduksi surat suara, formulir serta kebutuhan perlengkapan pemungutan suara di TPS yang diproduksi KPU Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Bolpoin, Paku, alas coblos itu diproduksi teman-teman daerah. Yang diproduksi KPU RI adalah barang-barang yang spesifikasinya sama, misalnya tinta kalau kami persilakan mereka produksi sendiri-sendiri jadi kualitasnya beda, surat suara standarnya sama. Segel, hologram standarnya sama diproduksi KPU RI,” jelasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Barat mendapati kotak suara Pemilu penyok alias rusak di daerah Subang dan Depok. Bawaslu menguji kekuatan kotak suara dengan cara diduduki. Sayang, beberapa kotak suara penyok setelah diduduki.  [Red7]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *