19 October 2019
  • 19 October 2019
Breaking News

Kota Mojokerto, Deklarasi Berantas Narkoba dan Kriminalitas

By on 5 August 2019 0 247 Views

Mojokerto, ROC – Pemerintah Kota Mojokerto bersama BNN Kota Mojokerto, Polres Kota Mojokerto dan TNI, mendeklarasikan diri untuk memerangi narkoba dan kriminalitas demi mewujudkan Kota Mojokerto aman serta bebas dari penggunaan serta pengedaran narkoba dan pelaku kriminalitas.

Deklarasi ini membuktikan bahwa BNN,beserta unsur Muspida betul-betul serius mencegah dan memberantas peredaran narkoba  dan kriminalitas khususnya diwilayah Kota Mojokerto dan sekitarnya. Keprihatinan Pemerintah Kota Mojokerto beserta jajarannya, bahwa perdagangan barang haram ini telah menyasar kepada pelajar tingkat SMP maupun SMA.

“Kalau kita tidak bergerak mulai hari ini, bagaimana 5 sampai 10 tahun akan datang, Kota ini akan dikuasai narkoba dan kriminalitas. Oleh karena itu sebagai generasi penerus tanggung jawab baik didalam Agama Islam dan Agama-agama lain sudah menuntun serta menuntut kita Fardhu Qifayah yang memiliki kemampuan dan kekuatan serta kesehatan apalagi memiliki otoritas atau kewenangan maka wajib hukumnya berjuang ataupun berjihad melawan narkoba dan kriminalitas,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Sigit Dani Setiyono dalam sambutannya.

Kapolres Kota Mojokerto AKBP Sigit Dani Setyono mengajak seluruh elemen yang hadir untuk mengucapkan deklarasi.

Deklarasi berani melawan narkoba dan kriminalitas. Kami seluruh komponen masyarakat Mojokerto Raya berikar :

  1. Menolak dengan tegas segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
  2. Siap menjadi anti narkoba mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa.
  3. Selalu mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas narkoba dan kriminalitas.
  4. Siap melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila menemukan pengguna, pengedar dan pelaku tindak pidana narkoba dan kriminalitas.

Sementara, Wakil Walikota Mojokerto mengatakan bahwa kita harus taat itu kuncinya, contohnya kita jadi Polisi harus taat dengan aturannya, dan kita beragama juga taat dengan aturannya, jadi semua agama tidak ada menyuruh umatnya untuk berbuat jahat berbuat kriminalitas

Ketua Forpam Banu Satriono Blong, kepada Republik-Online.com mengatakan bahwa, dirinya mengapresiasi semua unsur dalam mendeklarasikan diri dalam melawan narkoba dan kriminalitas.

“Ini merupakan lanjutan perjuangan Forpam untuk merangkul semua unsur pejabat yang ada, untuk lebih serius dan tidak main-main lagi dalam hal penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas yang mana udah menyasar kepada putra-putri kita. Semua sepakat dengan gerakan ini, diberi nama yang mana sesuai dengan sungai mengalir yang dijantung Kota Mojokerto dengan nama “BRANTAS”,” ujar Banu.

Selaku sesepuh Forpam, Banu mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres beserta jajarannya, Walikota beserta Wakilnya dan juga kepada TNI  beserta jajarannya dan mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Mojokerto yang kompak, guyup rukun, bersatu dalam niat dan bahasa.

“Forpam dibentuk bukan untuk mengharapkan pujian dan imbalan apapun. Ketika Bangsa dan Negara membutuhkan, tanpa diperintahpun kami jalan apalagi terkait penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas, ada dan tidak ada danapun kami tetap jalan. Forpàm dibentuk ini apa yang bisa kami berikan untuk Bangsa dan Negara bukan sebaliknya apa yang kami peroleh dari Bangsa dan Negara, Forpam sebagai lembaga Low Profile kalau bahasa jawanya birawanuraga artinya kami perkasa, mampu dan kuat tetap rendah hati. Harapan dari Forpam baik pengedar maupun bandar besar hentikan semua ini,” kata Banu Satriono Blong.

Forpam mengharapkan, agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga lingkungan tetap aman, damai serta kondusif terutama Kota Mojokerto dan Mojokerto Raya, menuju Mojokerto yang lebih baik. (HP)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *