6 July 2020
  • 6 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Koronavirus Tewaskan Lebih Dari 1000 Orang Di China

Koronavirus Tewaskan Lebih Dari 1000 Orang Di China

By on 12 February 2020 0 169 Views

Jakarta, ROC — Masih tingginya angka orang yang terinfeksi virus korona, mengakibatkan jumlah korban diperkirakan masih akan terus berjatuhan. Meningkatnya jumlah kematian itu terungkap setelah Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan ke sejumlah rumah sakit di Beijing.

Presiden Xi Jinping yang mengenakan alat pelindung saat dia mengobrol dengan pekerja medis dan pasien menegaskan, pemerintah kini tengah bertempur melawan virus itu sebagai “perang rakyat”. Wabah mematikan itu, kini telah menyebar ke seluruh negeri di China.

Xi menyebutkan, situasi di Hubei “masih sangat suram” dan mendesak “langkah-langkah yang lebih tegas” untuk menahan penyebaran virus itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan, mereka yang belum terinfeksi untuk tidak mel;akukan perjalanan ke China. Tim misi kemanusiaan Internasional, yang dipimpin WHO tiba di China ditengah negara itu berjuang melawan ganasnya epidemi virus corona.

Catatan WHO menyebutkan, jumlah korban terinfeksi lebih dari 42 ribu orang dan menyebar ke 25 negara. Kematian pertama dilaporkan pada 11 Januari, tetapi jumlah korban tewas meningkat seribu kali lipat hanya dalam satu bulan atau  mencapai 1.016 orang tewas.

Pemerintah China melakukan isolasi jutaan orang di sejumlah kota. Sementara puluhan negara di dunia juga melarang kedatangan orang dari China dan maskapai penerbangan utama telah menangguhkan penerbangannya.

Namun di Eropa, seorang pria warga negara Inggris terdeteksi  telah menularkan virus kepada setidaknya 11 orang lainnya, meskipun orangn yang terinfeksi itu tidak pernah berkunjung ke China.

Kebanyakan kasus di luar negeri melibatkan orang-orang yang pernah berada di Wuhan, kota Cina tengah yang dikarantina tempat virus itu muncul akhir pada Desember 2019 lalu.

Bahkan media Inggris memberitakan, pria itu terinfeksi virus saat menghadiri konferensi di Singapura, kemudian menularkannya ke beberapa rekan senegaranya ketika sedang berlibur di Alpen Prancis, sebelum akhirnya didiagnosis kembali ke Inggris.

“Pendeteksian sejumlah kecil kasus ini bisa menjadi percikan api yang lebih besar,” kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (10/2).

Michael Ryan, kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan “terlalu dini” untuk menyebut konferensi Singapura sebagai “acara penyebaran virus”.

Ketika jumlah kasus terinfeksi virus bertambah, pemerintah Inggris mengatakan, virus corona baru sebagai “ancaman serius” dan siapapun yang terinfeksi wajib dikarantina, untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, sebagai informasi, dua pejabat senior dari provinsi Hubei, yang menjadi pusat penyebaran virus telah dipecat pada akhir bulan lalu.

(idj / idj)
Foto: AFP/STR

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *