25 May 2020
  • 25 May 2020
Breaking News

Konser Rapsodia Nusantara Untuk Papua

By on 2 November 2019 0 134 Views

Jakarta, ROC – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih daerah Papua Barat sebagai kunjungan perdananya setelah dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024. Pada 28 Oktober 2019, Jokowi bahkan secara khusus meluangkan waktunya untuk meninjau sejumlah lokasi terdampak kerusuhan yang pernah terjadi di Wamena pada September lalu.

Jokowi meminta kerusuhan tidak terulang lagi di tanah Papua, termasuk di Wamena. Jokowi menekankan, pemerintah tak hanya akan membangun kembali gedung-gedung dan fasilitas publik yang rusak, namun juga akan berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat di Wamena.

“Saya minta keamanan betul-betul kita jaga bersama-sama. Jangan ada peristiwa lagi, tapi ini jadi komitmen, jadi pengalaman empiris kita agar kejadian ini tidak lagi terjadi. Yang rugi kita semuanya, kita semuanya, baik memulihkan ekonomi, psikologis politik, semuanya,” kata Jokowi saat bertemu perwakilan tokoh dan masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (28/10/2019).

Selaras dengan seruan damai untuk Papua, Maestro music/pianis Ananda Sukarlan membawakan karya khusus untuk Papua pada “konser Indonesia in Harmony” yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan pada 31 Oktober 2019.

Di konser ini, Ananda memainkan Rapsodia Nusantara No. 24 yang didedikasikan untuk (alm.) Pater Neles Tebay, tokoh perdamaian Papua. Karya ini menggubah melodi rakyat “Domidow” asal Dogiyai, Papua, tempat kelahiran Pater Neles Tebay.

Pater Neles Tebay semasa hidupnya adalah pimpinan Jaringan Damai Papua, sebuah organisasi yang giat mengampanyekan pemenuhan hak-hak masyarakat dan perdamaian Papua. Ia aktif mendorong dialog damai bagi terciptanya Papua tanah damai.

Melalui kekuatan musik, Rapsodia Nusantara No. 24 membawa misi perdamaian sekaligus menunjukkan keberagaman Indonesia ke dunia internasional.

UPH berharap acara ini dapat mengajak masyarakat untuk meneruskan perjuangan Pater Neles Tebay mewujudkan Papua Tanah Damai melalui dialog yang setara dan berkeadilan dan memerangi segala macam berita palsu (hoaks) serta isu-isu miring tentang Papua di negara lain. Pungkasnya saat wawancara khusus dengan ROC.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *