12 November 2019
  • 12 November 2019
Breaking News
  • Home
  • Internasional
  • Kondisi Sudah Stabil, Wartawan Indonesia Ditembak di Hong Kong Minta Penjelasan

Kondisi Sudah Stabil, Wartawan Indonesia Ditembak di Hong Kong Minta Penjelasan

By on 30 September 2019 0 29 Views

ROC – Seorang jurnalis asal Indonesia Veby Mega Indah, menuntut alasan mengapa dirinya menjadi sasaran tembak oleh polisi Hong Kong, meski sudah menggunakan atribut pers lengkap. Kondisi Veby dikabarkan mulai stabil setelah tertembak peluru karet di bagian wajah ketika sedang meliput aksi demo pada Minggu (29/9) malam.

“Saya memakai helm dan kacamata. Saya berdiri bersama jurnalis lain. Saya mendengar seorang jurnalis berteriak ‘Jangan tembak, kami adalah jurnalis’, tapi polisi tetap menembak,” jelas Veby kepada South China Morning Post (SCMP).

Editor yang bekerja di Suara Hong Kong News itu mengatakan, dirinya harus mendapat tiga jahitan di dekat alis.

Hingga saat Veby masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern, Chai Wan. Dilansir dari Antara, kondisi Veby dikabarkan mulai stabil.

“Ibu Veby dalam kondisi stabil dan saat ini sudah dipindahkan dari ruang intensif oftalmologi, setelah dijahit kelompak matanya yang sobek, ke ruangan biasa untuk istirahat,” kata Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar melalui surat keterangan, seperti dikutip Antara, Senin (30/9).

Tertembak di Jembatan

Minggu malam, kepolisian Hong Kong sedang berupaya membubarkan massa yang berunjuk rasa di wilayah Wan Chai. Saat itulah, Veby dipukul di bagian mata kanan dengan menggunakan benda tumpul oleh polisi.

“Saya melihat sebuah tas mengarah pada saya, dan kemudian saya jatuh,” katanya sambil menitikkan air mata.

SCMP melaporkan, dahi dan mata kanan Veby terlihat bengkak. Ia pun masih mengeluhkan sakit dan pusing.

Veby menceritakan, ia tertembak di jembatan yang menghubungkan Menara Imigrasi dan Stasiun MTR Wan Chai. Menurut kesaksian Veby, saat itu pasukan polisi mulai bergerak mundur meninggalkan jembatan, tetapi satu dari mereka menembaki demonstran dan jurnalis.

Setelah terluka, Veby mengaku masih sadar, namun tidak mampu bergerak. Petugas pemadam kebakaran dan paramedis tiba di lokasi 20 menit kemudian.

Dalam sebuah video, terlihat Veby tergeletak di tanah dengan dikelilingi sekelompok wartawan. Kepada paramedis Veby mengatakan, “Rasanya sangat sakit di mata kanan saya.”

Polisi Hong Kong Harus Menjelaskan

Ketua Asosiasi Jurnalis Hong Kong Chris Yeung Kin-hing mengatakan, polisi perlu menjelaskan mengapa jurnalis, termasuk Veby, bisa menjadi sasaran penembakan yang diduga dilakukan petugas anti huru hara Hong Kong.

“Polisi perlu menjelaskan mengapa, alih-alih membaik, keadaan malah makin buruk,” katanya.

Yeung mengungkapkan, aksi kekerasan yang berulang kali dialami wartawan tidak dapat dipahami. Selain memukul atau menembakkan peluru karet, polisi dikabarkan mengarahkan semprotan merica kepada wartawan yang bertugas di kawasan Causeway Bay.

“Ada juga petugas polisi yang menggunakan semprotan merica pada wartawan hari Minggu itu, dan sejumlah kasus wartawan terkena peluru karet sebelumnya,” imbuh Yeung.

Konsulat Jenderal RI Hong Kong menyatakan akan tetap memantau kondisi Veby, serta memberi bantuan yang dibutuhkan.

“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas Hong Kong mengenai kronologis (penembakan) dan meminta penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian ini,” tutur Ricky Suhendar.

Presiden Klub Koresponden Asing Hong Kong, Jodi Schneider mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang menimpa Veby.

“Kami prihatin dengan berbagai laporan kekerasan terhadap jurnalis dan gangguan terhadap akses pers untuk meliput protes pada hari Minggu. Kami juga mencari laporan cederanya jurnalis Indonesia,” jelasnya. (Red/Merdeka)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *