30 May 2020
  • 30 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kondisi Pasien Corona-ABK Diamond Princess, Ini Penjelasan Terbaru Kemenkes

Kondisi Pasien Corona-ABK Diamond Princess, Ini Penjelasan Terbaru Kemenkes

By on 8 March 2020 0 125 Views

Jakarta, ROC — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga saat ini, rutin memaparkan dan melaporkan perkembangan penanganan virus Corona di Indonesia. Kemenkes menyebut kondisi pasien isolasi virus Corona semakin membaik.

Update terbarupun rutin disampaikan oleh juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto. Seperti yang telah dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3) kemarin.

Dalam pemaparan perkembangan virus corona, Kemenkes pun mengungkapkan mulai dari kondisi empat pasien positif corona, rencana pemulangan ABK Diamond Princess di Jepang hingga sejumlah tenaga kerja asing (TKA) China yang sempat dikarantina kini bisa bekerja lagi.

Kemenkes mengatakan kondisi keempat pasien tersebut semakin membaik setiap harinya.

“Alhamdulillah saya tadi pagi sudah mendapat laporan dari RSPI SS yang merawat bahwa kondisinya semakin membaik dari hari ke hari, tentunya yang 1 2 tinggal menunggu pemeriksaan laboratorium saja kalau sudah negatif. Kalau sudah dua kali negatif akan dipulangkan, tidak ada keluhan apapun,” kata juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Achmad mengatakan pasien suspect Corona terus dilakukan pemeriksaan. Diapun menyampaikan ada sejumlah tenaga kerja asing (TKA) China yang sempat dikarantina terkait virus Corona. Mereka telah dikarantina selama 14 hari sebelum diperbolehkan kembali kerja.

“Sebagai contoh beberapa perusahaan tambang yang berada di Maluku Utara, itu juga mempekerjakan pekerja-pekerja asing dan pekerja asing itu berasal dari daerah yang memang kita yakini transmisi dari orang ke orang sangat besar. Konkretnya beberapa pekerja dari China, kita tahu beberapa saat yang lalu, mereka libur kerja dan pulang ke kampungnya. Sekarang libur sudah selesai, mereka kembali sebelum penerbangan ditutup. Maka prosedurnya tetap dilakukan kekarantinaan,” Achmad Yurianto.

Achmad mengatakan proses karantina ini dilakukan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan tempat TKA China itu bekerja. Kegiatan ini kemudian dilaporkan ke Kemenkes secara berkala.

“Dan ini dilaksanakan oleh wilayah dengan bekerja sama dengan perusahaannya. Yang standar dilakukan adalah memisahkan mereka, dari kelompok yang lain untuk diobservasi selama 14 hari yang sarananya disiapkan oleh perusahaan, kemudian kegiatan pemantauan harian status kesehatan dilaksanakan oleh dinkes setempat,” ujarnya.

Menurutnya juga, kegiatan ini dilaporkan ke Kemenkes sebagai unit yang menampung semuanya. Ini dijalankan baik yang di logma, pabrik semen di Aceh, ada 28 orang sekitar awal Februari sudah kita lakukan karantina wilayah, selama 14 hari dan sampai dengan 14 hari kemudian hasilnya negatif, mereka baru bekerja boleh lagi.

“Pemerintah sudah membuat protokol kekarantinaan dalam penanganan virus Corona,” tambahnya.

Ahmad berharap seluruh stakeholder terkait dapat menjalankan protokol tersebut secara baik. Kemudian protokol tentang kekarantinaan, baik kekarantinaan yang dilaksanakan pusat pada pintu gerbang masuk negara, baik itu pintu gerbang masuk dari penerbangan, dari pelabuhan, maupun pintu gerbang masuk dari pos lintas batas darat. Karena tiga-tiganya ada di Indonesia, jalur penerbangan, jalur laut, dan jalur darat untuk masuk ke Indonesia ada. Juga kekarantinaan yang harus dilaksanakan wilayah.

“Jadi mengenai kekarantinaan itu bukan hanya tanggung jawab stakeholder atau protokol saja, tapi juga tanggung jawab daerah,” tegasnya.

Di sampaikan juga, Pemerintah berencana memulangkan lima orang WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess yang dirawat di rumah sakit Jepang karena positif Corona. Kondisi lima WNI ABK tersebut semakin membaik.

“Kemarin sudah ada satu yang sudah sampai ke Tanah Air dengan selamat dan hari ini ada dua yang sudah tinggal menunggu untuk boarding dan akan terbang ke Indonesia. Artinya dari 9 itu sudah ada empat yang kembali ke tanah air ditambah yang 2 nanti akan boarding itu dan 1 yang sudah sampai berarti sisa tinggal 5,” kata Achmad.

Achmad juga mengatakan pemerintah masih berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait tentang kepulangan lima WNI ABK tersebut. Lima orang itu kemungkinan akan pulang dalam beberapa hari ke depan.

“Kami berkomunikasi kembali terakhir 5 ini kemungkinan besar dalam 2, 3 hari ke depan juga akan dipulangkan karena kondisinya sudah bagus,” imbuh Achmad.

Saat ditanya kembali apakah kelima orang itu sudah dinyatakan sembuh Corona, Achmad mengatakan mereka yang dipulangkan setelah dirawat terkait Corona harus membawa surat keterangan sehat dari dokter.

“Kalau belum diketahui, belum sembuh ya belum boleh pulang. Harus, itu mutlak dan itu akan dibawa di dalam surat keterangan dokter yang memulangkan,” ungkapnya.

Dalam pemaparan selanjutnya dikatakan, bahwa Pemerintah menyatakan WNI ABK Diamond Princess yang dinyatakan sembuh dari Corona akan diobservasi di Bapelkes Cikarang, Jawa Barat. Mereka akan diobservasi selama 14 hari.

“Rencana untuk menerima mereka secara keseluruhan masih akan kita lakukan observasi lagi selama 14 hari tetapi tidak akan kita gabungkan dengan teman-temannya yang sekarang sudah berada di sebelah rumah kecil kita akan melakukan observasi untuk mereka di Bapelkes Cikarang Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Itu miliknya Kementerian Kesehatan situasi sudah disiapkan seluruh tim yang melakukan observasi di sana juga sudah kita siapkan jadi tinggal menunggu jalan saja,” paparnya.

Achmad menyebutkan total ada sembilan WNI ABK Diamond Princess yang sempat dirawat di Jepang karena positif Corona. Empat orang di antaranya dinyatakan sembuh. Selanjutnya empat orang itu dipulangkan ke Tanah Air. 1 ABK pulang bersama ABK yang lain saat dievakuasi pemerintah menggunakan pesawat.

“Dan sampai saat ini suspect karena kan nggak bisa sekali periksa langsung ketemu, oleh karena itu kita tetap tahan sampai di RS sampai pemeriksaan berkali-kali. Nanti kalau positif, akan kita declare lagi,” tambahnya.

Sampai hari kemarin, total ada 13 suspect yang dirawat di sejumlah sakit. Jumlah itu kemudian berkurang karena dua diantaranya dinyatakan positif Corona.

(idj/idj)

Foto : kanavino

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *