1 June 2020
  • 1 June 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Komisioner KPU : Tiga Opsi Penundaan Pilkada Serentak 2020

Komisioner KPU : Tiga Opsi Penundaan Pilkada Serentak 2020

By on 1 April 2020 0 68 Views

Foto: Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (jdih.kpu.go.id)

Jakarta, ROC — Dengan semakin mewabahnya Virus Corona atau Covid-19, pemungutan suara yang semula dijadwalkan digelar pada 23 September 2020 dipastikan akan menjadi sulit untuk diselenggarakan.

Terkait hal tersebut, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, juga berpendapat bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, seperti saat ini, memang sangat tidak memungkinkan bagi KPU untuk melakukan tahapan-tahapan Pilkada, khususnya yang menyangkut tahapan teknis Pilkada seperti pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, kampanye, dan pemungutan suara, yang semuanya itu dipastikan bertabrakan dengan protokol pemerintah terkait pencegahan Covid-19 tentang physical distancing dan pembatasan sosial lainnya.

“Pada prinsipnya semua pihak yaitu Komisi II, Mendagri, Bawaslu, dan DKPP setuju Pilkada serentak 2020 ditunda. Namun belum sampai pada kesimpulan kapan ditundanya,” kata Pramono Ubaid Tanthowi saat dikonfirmasi, Senin (30/3).

Pramono menyampaikan, ada tiga opsi penundaan waktu pilkada yang disepakati dalam RDP.

Opsi pertama, penundaan selama tiga bulan dari jadwal pemungutan suara awal, yaitu 9 Desember 2020.

Opsi ini diambil apabila tahapan pilkada pra-pemungutan suara bisa dimulai pada akhir Mei tahun ini.

Alternatif kedua, penundaan dilakukan selama enam bulan dari jadwal awal, yaitu 17 Maret 2021.

Pilihan ketiga, pemungutan suara ilkada ditunda selama 12 bulan hingga 29 September 2021.

“Masih muncul beberapa pendapat yg berbeda. Namun yang sudah mulai mengerucut bahwa tampaknya Pilkada 2020 tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2020,” lanjut Pramono.

Menurutnya, keputusan soal opsi-opsi di atas akan diambil tiga pihak yaitu KPU, pemerintah, dan DPR pada pertemuan berikutnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat menunda hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah daerah ( Pilkada) yang semestinya dilaksanakan pada 23 September 2020. Penundaan ini dilakukan menyusul semakin meluasnya pandemi Virus Corona di Indonesia.

Adapun Pilkada 2020 rencananya diselenggarakan di 270 wilayah di Indonesia meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *