23 April 2019
  • 23 April 2019
Breaking News
  • Home
  • Pojok Jum'at
  • Khutbah Jumat, Mayjen TNI (Purn) DR.Ir.H. Suharno, MM, Calon DPD-RI Dapil Jabar: Islamofobia Timbulkan Teror di Selandia Baru

Khutbah Jumat, Mayjen TNI (Purn) DR.Ir.H. Suharno, MM, Calon DPD-RI Dapil Jabar: Islamofobia Timbulkan Teror di Selandia Baru

By on 29 March 2019 0 2547 Views

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Beberapa pekan yang lalu, dunia Islam kembali diguncangkan oleh sebuah aksi teror yang sulit dilupakan oleh siapa pun yang menyaksikannya. Puluhan jamaah ditembaki saat melaksanakan shalat Jumat di dua masjid di Selandia Baru (New Zealand). Terlihat seorang pria menenteng senjata semi otomatis dan memuntahkan peluruhnya ke arah jamaah yang ada di dalam masjid. Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun bahkan dengan bangga dia menyiarkan aksinya tersebut melalui live streaming via Facebook.

Lima puluh Muslim gugur. Puluhan lainnya terluka, dan sebagiannya berada dalam kondisi kritis. Sebagai seorang muslim, mereka adalah bagian dari tubuh kita. Maka jika mereka sakit kita pun turut merasakan sakit yang sama. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam,” (HR. Muslim)

Karena itu, sudah sepatutnya kita berduka dan memohon kepada Allah Ta’ala agar mereka yang gugur diampuni dosanya dan digolongkan bersama orang-orang yang mati syahid. Kemudian kepada mereka yang terluka, kita mohon kepada Allah agar segera diberi kesembuhan serta keteguhan dalam menghadapi musibah tersebut.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Kita bisa melihat betapa respon dunia terhadap tragedi yang menimpa umat Islam ini sangat berbeda dengan aksi-aksi teror lainnya. Perhatikan bagaimana jika pelaku terornya beragama Islam. Mungkin saja PBB akan segera menggelar sidang umumnya, Pemimpin-pemimpin negara Arab akan berkumpul di Liga Arab membahas penanganan tindakan ini, Negara-negara dunia akan langsung menurunkan setengah tiang benderanya, Pemimpin Dunia akan langsung berkumpul untuk berbelasungkawa.

Sementara itu, bandara-bandara dunia akan langsung memeriksa super ketat pendatang dari negara asal pelakunya, Yayasan-yayasan sosial yang berkaitan dengan kelompok si pelaku akan di tutup. Seluruh dunia akan mencatat nama-nama mereka, sorot kamera akan diarahkan kepada mereka, insiden ini akan menjadi isu besar, kurikulum pendidikan tempat belajar si pelaku akan di evaluasi, Yayasan-yayasan kemanusiaan akan di tutup. Beragam langkah kebijakan akan diambil agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, itu semua kalau pelakunya seorang Muslim.

Tapi, jika pelaku seorang salibis atau Katolik atau Nasrani maka insiden ini hanya akan dinisbatkan kepada orang tertentu saja. Aksi ini akan disebut sebagai tindakan oknum Gunman, lone wolf, atau apalah istilah-istilah lain yang mereka ciptakan sendiri. Tapi apa yang terjadi jika pelakunya seorang Muslim maka dia akan di cap teroris Radikal yang terinspirasi dari doktrin-doktrin agama Islam. Oleh karena itu Islam harus diperangi, inilah rumus yang mereka jadikan patokan.

 

Baca Juga : 

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Serangan di Selandia Baru ini tidak terjadi di ruang hampa. Ada banyak faktor yang mendasari mengapa tragedi itu terjadi? Salah satu faktor utama lahirnya aksi kekerasan tersebut tidak lepas dari menjamurnya industri Islamophobia global. Sebuah industri yang sengaja menciptakan penyesatan sistematis tentang Islam. Motif ini terbaca jelas melalui manifesto yang diunggah pelaku di media sosial. Manifesto tersebut berisi pandangan anti-imigran, anti-muslim yang menjadi alasan mengapa serangan itu dilakukan.

Selain itu, kita pun bisa melihat dengan jelas melalui coretan-coretan pada senjata yang ia gunakan untuk membantai. Semuanya berisi sejarah dan nama-nama tokoh perlawanan terhadap kaum Muslim. Mulai Alexandre Bissonnette yang menyerbu masjid di kota Quebec tahun 2017 hingga nama-nama pasukan dan panglima Kristen yang berhasil menaklukkan tentara Khilafah Utsmaniyah.

Islamophobia bukanlah sekadar tentang ide, tapi tentang bagaimana ide-ide tersebut dibangun, diproduksi, disebarkan, dan dilembagakan dalam bentuk kebijakan dan praktik di lapangan. Islamofobia berupaya menyebarkan rasa takut, kebencian, dan permusuhan yang berlebihan terhadap Islam dan diabadikan melalui stereotip negatif yang mengakibatkan diskriminasi dan marginalisasi serta pengucilan umat Islam dari kehidupan sosial, politik, dan kewarganegaraan. Lalu muncullah sebuah anggapan di tengah-tengah mereka bahwa “Islam itu teroris!!!” “Islam tidak baik!!!” “Islam akan memecah belah persatuan bangsa!” dan sebagainya.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Hari ini, Islam dan Muslim senantiasa mendominasi headline negatif di media mainstream. Serangan teror selalu dialamatkan kepada Islam sebagai tertuduh. Islam dan Muslim selalu dianggap bersalah, sampai terbukti sebaliknya. Islam lebih dipandang sebagai penyebab dibanding sebagai konteks dalam radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Berikutnya, industri islamophobia ini pun tidak lagi menyebar di negara-negara Eropa dan Amerika. Namun atas dasar memerangi kekerasan terorisme, cara pandang tersebut kini diekspor ke belahan dunia lainnya. Dalam istilah akademis, ini disebut “sekuritisasi Islam”, mengacu pada program kontraterorisme yang pada praktiknya mencurigai semua Muslim, berdasarkan pemahaman bahwa setiap muslim berpotensi melakukan kekerasan dan menjadi teroris.

Maka tak heran bila proyek kontra terorisme selalu diarahkan kepada umat Islam. Narasi teror dan ketakutan selalu dikaitkan dengan indetitas Islam; jenggot, celana cingkrang, halaqah, cadar atau atribut islam lainnya. Al-Quran menjadi barang bukti dalam pengungkapan kasus terorisme. Organisasi pengusung ide khilafah langsung dibabat dengan hukum. Penganut, simpatisan atau siapapun yang memiliki ide yang sama, dikucilkan secara sosial dengan tuduhan sebagai kelompok ekstrimis. Khutbah di masjid pun diawasi dengan menerbitkan sertifikasi para khatib.

Kurikulum sekolah diperbarui, kegiatan mahasiswa kampus dipantau, untuk memastikan tidak ada lagi gagasan tentang khilafah. Dan yang terbaru, terminologi Al-Wala’ wal Bara’ yang diajarkan Islam mulai diusik dengan wacana penyebutan non-muslim sebagai ganti istilah kafir.

 

Baca Juga : 

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sudah seharusnya kita sadar terhadap misi orang-orang kafir yang ditampakkan melalui aksi teror di Selandia Baru. Sejatinya, tidak ada yang mereka inginkan kecuali terhentinya dakwah Islam. karena itu, Allah ingatkan dalam salah satu ayat-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran:118)

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ :

(( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ))

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *