25 October 2020
  • 25 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Pojok Jum'at
  • Khutbah Jumat Mayjen TNI (P) Suharno; Puasa di Tengah Pandemik, Bentuk Iman Taqwa

Khutbah Jumat Mayjen TNI (P) Suharno; Puasa di Tengah Pandemik, Bentuk Iman Taqwa

By on 1 May 2020 0 275 Views

Khutbah Jumat, Mayjen TNI (P) Dr. Ir. H. Suharno, M.M, mengupas dan mengkaji tentang keutamaan puasa yang merupakan salah satu bentuk keimanan kita terhadap Allah SWT, yang dapat membentuk ketaqwaan umat muslim, termasuk menjaga amanah dan sumpah khususnya para pemangku jabatan dan umumnya seluruh umat di Indonesia, demi memerangi pandemik corona saat ini. Berikut khutbahnya;

Tidak terasa, satu minggu sudah kita puasa Ramadan, sudah terasa dampaknya kaum Muslimin yang tampak semakin peka, lebih peduli sosial, lebih sabar, lebih disiplin waktu, dan berbagai “lebih” lainnya. Prinsipnya, kaum muslimin dan muslimat diharapkan lebih bertakwa. Karena begitulah tujuan orang berpuasa. Hal ini tertera dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183 yang bunyinya:

“Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu kutiba ‘alaykumu alshshiyaamu kamaa kutiba ‘alaa alladziina min qablikum la’allakum tattaquuna”
(Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa – QS. Al Baqarah: 183)

Kalimat La’allakum Tattaquun, dipahami oleh para ulama-ulama tafsir sebagai esensi atau tujuan dari puasa. Yaitu puasa yang diperintahkan Allah SWT, dengan tujuan para pelaku puasa bisa meningkatkan takwanya.

Penting diketahui, bahwa kalimat peningkatan takwa ini diungkapkan dengan dua hal yang sangat indah. Pertama dengan kalimat La’allakum, ada harapan bisa tercapai jika diikuti dengan penuh kesungguhan, artinya ada ikhtiar yang serius untuk mewujudkannya. Ini menunjukan bahwa tidak setiap orang yang berpuasa bisa mencapai derajat taqwa, kecuali dia sungguh-sungguh dan serius mewujudkannya.

Tujuan berpuasa adalah menjadi orang yang bertakwa. Sedang arti takwa itu sendiri adalah menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Agar puasa kita sesuai dan mampu melahirkan manusia bertakwa, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa saat kita berpuasa yang artinya:

“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, ampuni dosa yang saya perbuat selama ini ya Allah. Saya mohon surga-Mu dan jauhkan daku dari siksa api neraka kelak. Ya Allah, sungguh Engkau cinta pada orang yang suka memaafkan, karena itu maafkanlah semua kesalahanku.”

Doa di atas mengajarkan untuk menjauhi perbuatan syirik dan hanya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bergantung dan kembali serta memohon pertolongan dan perlindungan.

 

Hadirin sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT

Kita harus yakin bahwa Allahlah yang memberi jalan keluar dari setiap persoalan yang dihadapi umatnya. Salah satunya adalah dalam menghadapi pandemi Covid 19 saat ini, dengan beribadah sholat, puasa, bertawakal dan berusaha, Insya Allah merupakan obat mujarab bagi kita dan bangsa tercinta ini dari wabah Corona.

Kunci Iman dan Takwa dalam menghadapi berbagai persoalan disebutkan beberapa kali dalam ayat Al-Quran,  Allah SWT banyak menyebut kata takwa dalam Alquran. Yang menarik dari ayat-ayat tentang takwa, Allah menerangkannya dengan jelas dan jernih. Allah menebar ayat-ayat kebahagiaan dari takwa di beberapa surat dalam Alquran.

Pertama, QS. Ath-Thalaq (65:2), kata Allah, “barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” Kita sebagai manusia selalu memiliki masalah, yang terkadang, kita tidak menemukan solusinya. Solusi dari masalah tersebut adalah bertakwa kepada Allah SWT.

Kedua, QS. Ath-Thalaq (65:3), yaitu, kata Allah, “dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” Jika kita sedang sempit maupun sedang lapang, kita harus selalu mendekat dan bertakwa kepada Allah. Terlebih di musim krisis saat pademi corona ini. Orang yang bertakwa akan Allah beri rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ketiga, QS. Ath-Thalaq (65:4), Allah menerangkan bahwa, “dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” Ayat ini dapat bermakna tidak ada kemudahan kecuali Allah yang memudahkannya. Urusan apa pun, akan Allah mudahkan.

Keempat, QS. Ath-Thalaq (65:5), Allah berfirman, “barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.”

Kelima, QS. Al-Baqarah (2:282) Allah mengatakan bahwa, “bertakwalah kepada Allah dan Allah mengajarimu.”

Keenam, QS. Al-Araf (7:96) Allah mengatakan, “jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” Ayat ini sangat relevan dengan keadaan kita di masa wabah Covid-19. Mari kita bertakwa kepada Allah, sebab Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Ketujuh, QS. Az-Zumar (39:73) dikatakan, “dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya’.”

 

Hadirin sidang jumat,

Mari kita berlomba-lomba menjadi orang yang bertakwa. Namun muncul pertanyaan, bagaimanakah cara untuk menggapai takwa? Syarat menjadi takwa itu cukup banyak. Meski begitu, kita tidak perlu bimbang, semuanya awali dengan niat tulus dan berdoa semoga kita dijadikan orang-orang yang bertakwa oleh Allah Yang Maha Penyayang. Amin YRA. Namun ada beberapa hal agar dapat menggapai takwa,

Pertama, beriman kepada yang gaib (QS. Al-Baqarah 2:3). Yaitu beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikat dan kepada nabi-nabi (QS. Al-Baqarah 2:177).

Kedua, mendirikan sholat (QS. Al-Baqarah 2:3 dan 2:177).

Ketiga, menafkahkan sebagian rezeki atau menunaikan zakat atau memberikan harta yang dicintainya baik di waktu lapang maupun sempit, kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; juga memerdekakan hamba sahaya. (QS. Al-Baqarah 2:3 dan 177, QS. Ali Imran 3:134, dan Adz-Dzariat 51:19).

Keempat, beriman kepada Kitab (Alquran) yang telah diturunkan dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya (QS. Al-Baqarah 2:4 dan 177

Kelima, yakin (beriman) terhadap akhirat atau hari kemudian (QS. Al-Baqarah 2:4 dan 177).

Keenam, menepati janjinya apabila berjanji (QS. Al-Baqarah 2:177).

Ketujuh bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan (QS. Al-Baqarah 2:177). Sabar itu tidak berujung, kecuali berujung dengan mendapatkan keberkahan dari Allah. Persis, ketika Ramadhan ini kita dilanda wabah corona (COVID-19). Hal yang paling penting kita lakukan adalah bersabar.

 

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,

Manifestasi dari nilai-nilai puasa sangat banyak, di antaranya adalah kita akan menjadi hamba yang sabar dan taat pada aturan atau ketentuan yang ada, termasuk dalam menjaga amanah.

Kita sebagai orang beriman diperintahkan Allah untuk menunaikan amanah yang ada di pundak-pundak kita. Karena itu ada kaitan erat antara iman dan amanah. Iman tidak terwujud sempurna kalau tidak ada amanah. Begitu juga sebaliknya, amanah ditunaikan karena adanya rasa iman.

Konsekuensi logisnya, seorang mukmin yang tidak amanah diragukan kesahihan imannya. Demikian pula seseorang yang amanah tapi tidak beriman, amanahnya adalah lipstik yang didasari atas kepentingan pribadi, politis, duniawi, atau kepentingan tersembunyi. Contohnya adalah sumpah para pejabat yang dilantik.

Karena itu, kekuatan iman melahirkan sikap amanah, sehingga, tidak sempurna iman seseorang yang tidak bisa memegang amanah. Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyatakan di dalam haditsnya:

لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ

Artinya : “Tidak ada keimanan bagi seorang yang tidak amanah.” (HR Ahmad).

Tentang kewajiban menunaikan amanah ini sebagai ibadah, Allah sebutkan di dalam ayat:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦۤ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرً۬ا

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan [menyuruh kamu] apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisa’ [4]: 58).

Di dalam hadits dikatakan:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَكَ

Artinya: “Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya).” (HR Ahmad).

Bagi seorang pemimpin, amanah adalah wujud kepemimpinannya. Hingga ia layak disebut sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang amanah, melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan memikul amanah sesuai bidangnya masing-masing. Dan, masing-masing kita akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan yang kita emban.

 

Jamaah Jumah yang Allah muliakan

Pada intinya, negara kita akan maju atau terpuruk dalam masa pandemi saat ini tergantung dari niat para pemangku jabatan saat bersumpah. Pada saat dilantik mereka bersumpah hanya mulut saja, atau didasari iman?, jika didasari iman, maka Insya Allah negara kita akan keluar dari keterpurukan saat masa pandemi corona ini, bahkan negara kita akan sangat maju dan terdepan dalam semua aspek. Namun jika saat memegang sumpah jabatan atau amanah ingkar, maka tinggal menunggu kehancuran negeri tercinta ini, Naudzubillah Min Dzalik.

Semoga kita termasuk ke dalam barisan orang-orang yang menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *