30 October 2020
  • 30 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Pojok Jum'at
  • Khutbah Jum’at Mayjen (P) Suharno; Shodaqoh di Tengah Wabah Covid 19

Khutbah Jum’at Mayjen (P) Suharno; Shodaqoh di Tengah Wabah Covid 19

By on 17 April 2020 0 1033 Views

Khutbah Jum’at, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno, M.M, tentang pahala dan manfaat sedekah ditengah maraknya pandemik virus Covid 19, dimana yang terjangkit banyak yang meninggal dunia. Apakah betul jika bersedekah dapat menolah malaikat maut?  mari kita liat dan dengarkan khutbah beliau ;

 

الحمد لله رب العالمين أمر بالإحسان و وعد المحسنين بجزيل الثواب وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له غافر الذنب وقابل التوب شديد العقاب، وأشهد أن محمد عبده ورسوله، حث على الصدقة لا سيما في أوقات الحاجة صلى الله عليه وعلى جميع الآل والأصحاب وسلم تسليما كثير.

أما بعد أيها الناس

Sesungguhnya dunia ini adalah tempat musibah dan ujian. Tempat yang berat di sisi lain bersantai. Kebaikan dan keburukan datang silih berganti. Kemudahan dan kesulitan pun bergiliran menghampiri. Ada musibah dan ujian. Dan Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan orang-orang beriman ketika kesulitan datang, ada orang yang membutuhkan dan miskin, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk saling tolong menolong dalam memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan. Membantu mereka yang sedang ditimpa kesulitan, terutama saat ini ditengah pandemik virus corona atau covid 19, yang seperti bom waktu, suatu saat bisa saja merenggut nyawa kita semua.

Manusia tercipta dari sari pati tanah. Manusia yang meninggal, jasadnya dikubur agar dari tanah kembali ke tanah. Rohnya ada di alam kubur menunggu untuk dibangkitkan menuju kepada Allah SWT (Yasin ayat 51-52). Manusia hanya ditemani amal perbuatannya, yang ditulis dalam Kitab Lauh Mahfuzh (Yasin ayat 12). Iman atas peristiwa kematian inilah yang sering menggugah hati manusia, berharap cemas kalau bisa untuk dapatnya ditunda kematiannya, agar bisa bertaubat atas dosa-dosanya, dan berbuat amal kebajikan.

Kematian tidak dapat dielakkan, sudah merupakan ketentuan Allah SWT, tetapi bagaimana kematian itu bisa ditunda, atas seijin Allah SWT. Ada 3 (tiga) perkara yang dapat menunda kematian :

(1) Bersilaturahmi kepada siapapun, agar hidup bisa saling menghormati

(2) Selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon ampunan atas dosa-dosanya, memohon petunjuk jalan yang benar di dunia dan akhirat

(3) Memberikan sedekah kepada para kaum fakir-miskin, yatim-piatu dengan penuh keikhlasan.

Masalah sedekah, mudah diucap namun mudah juga terlupakan, padahal manusia itu mampu. Mencuplik satu riwayat zaman Nabi Ibrahim. Kala itu ada pemuda yang akan nikah, menghadap Nabi Ibrahim mohon kiranya bisa hadir dalam pernikahannya. Nabi Ibrahim menyanggupinya untuk hadir. Sepulang pemuda tersebut, Nabi Ibrahim kedatangan Malaikat pencabut nyawa, Izrail yang menyampaikan bahwa pemuda yang akan nikah tersebut akan meninggal setelah pernikahan.

Nabi Ibrahim hadir di acara pernikahan tersebut. Perasaan sedih dan sayang menyelimuti hati Nabi Ibrahim, karena tahu pemuda yang baru nikah tersebut akan dicabut nyawanya. Takdir kematiannya telah menunggunya. Namun ditunggu-tunggu, maut ajal itu tak kunjung datang. Nabi Ibrahim heran, bukankah Malaikat Izrail yang menyampaikan atas takdir kematian pemuda itu? Keheranan Nabi Ibrahim akhirnya terjawab setelah Malaikat Izrail menjelaskannya.

Kematian pemuda yang sudah ditakdirkan ternyata ditunda oleh Allah SWT. Malaikat Izrail mendapat perintah menunda dari Allah SWT, karena ketika malam hari menjelang pernikahannya, pemuda tersebut berbuat amal kebajikan. Pemuda tersebut memberikan sedekah kapada kaum fakir-miskin dan anak yatim piatu. Subhanallah, Allahu Akbar.

Kekuatan bersedekah ternyata luar biasa. Sesungguhnya semua orang bisa merasakan, sedekah dengan niat atas perintah Allah SWT, akan memberikan ketenangan hatinya. Sering orang tidak sadar, sedekah yang diberikan kepada fakir-miskin dan yatim piatu, dibalas langsung Allah SWT di dunia.

 

Baca uga; Khutbah Jumat Mayjen (P) Suharno; Wali Allah Mendapatkan Ujian, Apalagi Kita Manusia Biasa

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan harta dan memerintahkannya agar sebagiannya diinfakkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنْ الصَّالِحِينَ* وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” [Quran Al-Munafiqun: 10].

Allah berjanji kepada orang yang berbuat kebajikan, bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan pahala mereka. Malah ia lipat gandakan dengan kelipatan yang banyak.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُون

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” [Quran Al-Baqarah: 245].

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyifati kaum muslimin itu bagaikan satu jasad.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur” (HR. Muslim).

Dalam sabdanya yang lain:

المُؤْمِنُ للْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضَاً وشبَّكَ بَيْنَ أصَابِعِهِ

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu layaknya sebuah bangunan, saling menguatkan sebagian atas sebagian lainnya”. Kemudian beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyimpulkan jemarinya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

 

Baca Juga; Khutbah Jumat Mayjen (P) Suharno; Pandemik Corona, Antara Peringatan dan Kasih Sayang Allah SWT

 

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT

Jika wabah corona mau segera terangkat, sedekah harus jadi solusinya.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa manfaat sedekah begitu banyak, hanya Allah yang bisa menghitungnya, di antara manfaatnya adalah:

أَنَّهَا تَقِيَ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَتَدْفَعُ البَلاَءَ حَتَّى إِنَّهَا لَتَدْفَعَ عَنِ الظَّالِمِ , قاَلَ إِبْرَاهِيْمُ النَّخَعِي: وَكَانُوْ يَرَوْنَ أَنَّ الصَّدَقَةَ تَدْفَعُ عَنِ الرَّجُلِ الظَّلُوْمِ ,وَتُطْفِئُ الخَطِيْئَةَ وَتَحْفَظُ المَالَ وَتَجْلِبُ الرِّزْقَ وَتُفْرِحُ القَلْبَ وَتُوْجِبَ الثِّقَّةَ بِاللهِ وَحُسْنَ الظَّنِّ بِهِ

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah malapetaka (bala), sampai sedekah itu melindungi dari orang yang zalim. Ibrahim An-Nakha’i mengatakan, ‘Orang-orang dahulu memandang bahwa sedekah akan melindungi dari orang yang suka berbuat zalim.’ Sedekah juga akan menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati, serta menyebabkan hati yakin dan berbaik sangka kepada Allah.” (‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin, hlm. 313).

Selagi kita semua masih diberi sehat dan mempunyai kesempatan bersedekah, marilah bersedekah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ « أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ »

“Wahai Rasulullah, sedekah mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat engkau masih sehat, saat engkau takut menjadi fakir, dan saat engkau berangan-angan menjadi kaya. Janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, barulah engkau berkata, ‘Untuk si fulan sekian dan untuk si fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Semoga Allah senantiasa menjaga keikhlasan hati kita dan menjauhkan kita dari beramal karena pujian dan penglihatan manusia karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua yang kita sembunyikan dalam hati. Dan Allah hanya akan menerima amalan yang ditujukan untuk mencari ridha-Nya semata.

إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *