23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kesiapan APM Terkait Ketentuan Kandungan Lokal di Atas 70% Insentif PPnBM

Kesiapan APM Terkait Ketentuan Kandungan Lokal di Atas 70% Insentif PPnBM

By on 27 February 2021 0 38 Views

ROC – Realisasi insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil penumpang tinggal menunggu waktu. Dijanjikan berlaku 1 Maret 2021, insentif yang berlaku selama sembilan bulan ini rencananya bakal memberi pelaku industri otomotif relaksasi sebesar 100% di 3 bulan pertama, 50% pada tiga bulan kedua, 25% di 3 bulan ketiga untuk segmen kendaraan dengan cc < 1.500, yaitu untuk kategori sedan dan 4×2.

Meski begitu, insentif ini diberikan dengan persyaratan. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Hidayat Amir mengatakan, insentif PPnBM yang tengah disiapkan oleh pemerintah ditujukan bagi mobil dengan tingkat kandungan lokal alias penggunaan bahan baku yang dibeli dari produsen dalam negeri (local purchase) di atas 70%.

“Bagaimana membuat regulasinya nah itu yang nanti diatur,” kata Hidayat, Kamis (25/2).

Sejauh ini, ketentuan kandungan lokal yang dipersyaratkan dalam insentif PPnBM mendapat dukungan yang positif dari sejumlah agen pemegang merek (APM).

Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra mengatakan, Suzuki pada prinsipnya mengapresiasi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam insentif PPnBM.

Selain itu, Suzuki juga merasa bahwa ketentuan tingkat kandungan lokal yang dipersyaratkan tidak memberatkan bagi Suzuki.

“Tentunya syarat local purchase tersebut sudah dikaji oleh pemerintah, sehingga dampak kenaikan penjualan bisa dirasakan tidak hanya oleh merek akan tetapi lokal vendor (komponen),” kata Donny.

Donny tidak mengungkap mobil Suzuki model mana saja yang sudah memenuhi ketentuan ini, namun ia menuturkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa model untuk diajukan insentif PPnBM-nya.

“Ada beberapa model yang kami produksi di Indonesia yang kami submit untuk mendapatkan insentif tersebut, untuk detailnya akan kami informasikan lebih lanjut, menunggu ketetapan melalui Juknis dari pemerintah,” ujar Donny.

Senada, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan, HPM tidak merasa bahwa ketentuan local purchase pada insentif PPnBM memberatkan bagi HPM.

“Kita akan mengikuti persyaratan dari pemerintah. Pastinya bertujuan baik untuk membantu masyarakat dan menggerakan roda perekonomian,” ujar Billy.

Sementara itu, Vice President Director Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan, mobil Toyota yang dipasarkan di Indonesia 90% sudah produksi lokal dengan kandungan lokal yang cukup besar.

Toyota Avanza misalnya, diklaim sudah  memiliki kandungan lokal 95%. Kandungan lokal yang tinggi juga dijumpai pada model lain seperti misalnya Rush yang diklaim sudah memiliki kandungan lokal 89% dan Vios yang sudah memiliki kandungan lokal 75%.

Toyota Astra Motor melihat ketentuan tingkat kandungan lokal yang dipersyaratkan pemerintah sebagai suatu hal yang positif.

“Menurut kami ini baik karena tujuan dari insentif ini adalah untuk meningkatkan domestik market dan juga industri otomotif lokal. Dengan tingginya local purchase, maka diharapkan dampak insentif ini untuk industri komponen lokal juga menjadi baik,” tutur Henry.

 

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *