18 August 2019
  • 18 August 2019
Breaking News

Kenapa Eropa Tidak Ikut Langkah Trump Larang Huawei

By on 17 May 2019 0 52 Views

Republik-online.com, Jakarta – Para pemimpin Jerman, Prancis dan Belanda hari Kamis (16/05) mengatakan mereka tidak berencana untuk mengikuti AS melarang raksasa telekomunikasi Cina Huawei terlibat dalam pembangun jaringan seluler berkecepatan tinggi 5G di negaranya.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, perusahaan swasta dapat berpartisipasi dalam memperluas jaringan 5G di Jerman jika mereka memenuhi kriteria keamanan yang ditetapkan pemerintah.

“Bagi kami, kriteria keamanan itu yang penting dalam hal menentukan siapa yang akan berpartisipasi dalam ekspansi,” kata Merkel dan menambahkan bahwa kriteria itu tidak diarahkan terhadap satu negara maupun satu perusahaan.

Berbicara bersama Merkel di Berlin, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan negaranya juga tidak akan mengecualikan suatu perusahaan untuk mengikuti lelang tender jaringan 5G.

Di tempat lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, adalah “tidak pantas” untuk memulai perang dagang soal teknologi. Tujuannya pengaturan adalah untuk memberikan keamanan yang diperlukan, bukan untuk mengecualikan Huawei atau perusahaan lain dari ekspansi jaringan, kata Macrondi sela-sela konferensi industri di Paris.

Trump deklarasikan “darurat nasional”
Presiden AS Donald Trump hari Rabu (15/05) mendeklarasikan situasi “darurat nasional” untuk sektor telekomunikasi di negaranya dengan menyebut ada “risiko yang tidak dapat diterima” dari “musuh asing” – termasuk ancaman spionase siber dan sabotase.

Trump mengeluarkan instruksi presiden yang melarang teknologi dan layanan asing ikut terlibat dalam pengembangan infrastruktur 5G. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan Huawei masuk “daftar hitam” di AS.

Sebelumnya Donald Trump telah mendesak pemerintahan negara-negara sekutunya untuk melarang perusahaan teknologi Cina, terutama Huawei, terlibat dalam ekspansi jaringan 5G dengan alasan, pemerintah Cina bisa melakukan kegiatan mata-mata melalui perangkat Huawei lewat celah “pintu belakang” (backdoor), yaitu kemungkinan mengendalikan piranti lunak dari jarak jauh lewat pemrograman khusus. Namun Huawei membantah keras hal itu.

Pemerintah Inggris saat ini tengah membahas sampai di mana Huawei bisa dilibatkan dalam membangun bagian-bagian dari jaringan 5G-nya. Hingga saat ini belum ada keputusan akhir.

Namun, seorang mantan kepala dinas rahasia Inggris MI6 mengatakan, keterlibatan Huawei bisa menimbulkan risiko keamanan yang besar bagi Inggris, jadi pemerintah Inggris seharusnya melarang keterlibatan perusahaan teknologi Cina itu.

Kemampuan untuk mengontrol komunikasi dan data yang mengalir melalui salurannya akan memungkinkan (Huawei) untuk menjalankan kekuasaan atas masyarakat dan negara lain,” kata Richard Dearlove, Direktur Secret Intelligence Service dari 1996 sampai 2004.

Huawei adalah salah satu pemasok peralatan telekomunikasi terbesar dunia. Didirikan tahun 1987, perusahaan itu mengatakan di situs webnya bahwa produk-produk mereka digunakan lebih dari sepertiga populasi dunia yang tersebar di 170 negara.

[eye]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *