21 April 2021
  • 21 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Kemenkeu Catat Penerimaan Bea Keluar Terkait Ekspor Melesat 923%

Kemenkeu Catat Penerimaan Bea Keluar Terkait Ekspor Melesat 923%

By on 24 February 2021 0 59 Views

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

ROC — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan bea keluar sebagai basis pajak ekspor tumbuh hingga 923% year on year (yoy) pada bulan Januari 2021. Hal ini seiring dengan geliat ekspor komoditas andalan Indonesia di awal tahun 2021.

Dalam Konferensi Pers APBN 2021 Periode Januari, Selasa (23/2), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021 menunjukkan selama Januari 2021 realisasi bea keluar sebesar Rp 1,11 triliun. Angka tersebut tumbuh pesat dibandingkan realisasi di periode sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 110 miliar.

Pencapaian bea keluar dalam satu bulan itu setara dengan 62,26% dari outlook akhir tahun ini sejumlah Rp 1,79 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis target tersebut bisa tercapai seiring dengan tren perbaikan ekspor akibat pemulihan ekonomi global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada bulan lalu sebesar US$ 15,3 miliar, naik 12,24% yoy. Sementara nilai impor pada Januari 2021 sebesarUS$ 13,34 miliar, turun 6,49% yoy.

Sri Mulyani menambahkan, penerimaan bea keluar utamanya disokong oleh ekspor kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan kakao yang secara harga dan volume meningkat. Namun, beberapa pengiriman komoditas ke luar negeri mengalami penurunan dan harga yang lebih rendah.

“Bauksit, kayu, dan kulit serta mineral lainnya di sisi lain mengalami penurunan karena volume ekspor dan juga tarif bea keluar untuk komoditas yang dilakukan mulai 2021,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk bea masuk sebagai basis pajak impor merosot akibat sektor perdagangan dan pengolahan yang masih loyo. Maklum demand dalam negeri belum puluh seperti tahun lalu, akibat aktifitas masyarakat yang masih terbatas karena pandemi virus corona.

“Bea masuk yang masih kontraksi 19% terutama dari sektor perdagangan dan industri pengolahan, terutama penurunan devisa bayar yang mengalami kontraksi 12%,” tambah Sri Mulyani.

Adapun total realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai pada Januari lalu sebesar Rp 12,5 triliun, tumbuh 175,34% yoy dibanding Januari 2020 yang hanya Rp 4,54 triliun. Kinerja positif ini utamanya didorong oleh penerimaan cukai rokok yang mampu tumbuh hingga 626,03% yoy.

Red

Extracts of South African star grass are used for medical purposes because they contain beta sitosterols. cialis tablets Plant sterols like these are thought to reduce inflammation and improve urine flow in men with enlarged prostate.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *