13 April 2021
  • 13 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kemenkes: Masyarakat Harus Bisa Membantu  dengan Bersedia untuk Diperiksa

Kemenkes: Masyarakat Harus Bisa Membantu  dengan Bersedia untuk Diperiksa

By on 23 November 2020 0 109 Views

Ilustrasi tenaga medis. (PIXABAY/HelenJank)

ROC — Selama dua pekan terakhir, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 di Tanah Air mencatat adanya beberapa kerumunan massa di wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Diketahui kerumunan tersebut terjadi saat kedatangan Habib Rizieq Shihab di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.

Kerumunan pula terjadi di Pondok Pesantren Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat, kala Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid serta memberi ceramah saat itu.

Wilayah Petamburan, Jakarta Pusat juga menjadi salah satu titik kerumunan yang terjadi di DKI Jakarta, saat Habib Rizieq Shihab menggelar pernikahan putrinya, yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi.

Guna mengantisipasi adanya lonjakan akibat kerumunan massa yang telah terjadi, saat ini dilaporkan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan pemantauan serta contact tracing di ketiga wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari hasil pemeriksaan PCR di Labkesda hingga Sabtu, 21 November 2020, ditemukan total 50 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Tebet, 30 kasus positif di Petamburan, dan 15 orang di Mega Mendung, Bogor tengah menunggu hasil pemeriksaan.

Selain ketiga wilayah tersebut, tracing juga dilaporkan bakal terus dilakukan secara masif.

Sementara itu, dalam keterangannya di Graha BNPB pada Minggu, 22 November 2020, Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit M. Budi Hidayat mengatakan bahwa untuk mempercepat proses tracing, saat ini Kemenkes dan Satgas Covid-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak.

Pelacak kontak disebar pada 10 provinsi prioritas, hal tersebut guna menelusuri penularan dan kontak erat.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Hidayat meminta masyarakat untuk terbuka dan mendukung para relawan pelacak kontak dalam menjalankan tugasnya.

“Kemenkes bersama fasyankes terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan atau puskesmas, percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala ke wisma atau hotel tempat isolasi,” kata M. Budi Hidayat, dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

Di samping itu, lantaran massa yang terlibat sangat besar, Kemenkes bersama pihak terkait, terus melakukan upaya penanganan dengan memperkuat tracing, pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Hidayat mengimbau bagi orang yang hadir dalam kegiatan dengan jumlah massa yang besar, serta orang lain yang tidak ikut kerumunan namun menjalin kontak erat dengan yang hadir dalam kerumunan, diharuskan melakukan karantina di rumah selama 14 hari.

Lebih lanjut, bila di antaranya mengalami gejala demam, nyeri otot, lemas, sesak, batuk, sakit menelan, hilang indra perasa, dan penciuman segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk dilakukan test swab PCR.

“Masyarakat bisa menjadi pahlawan kesehatan dengan kesediaan mereka untuk diperiksa serta menginformasikan siapa saja telah kontak erat dengannya jika ditemukan yang bersangkutan positif Covid-19,” pungkasnya.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *