31 May 2020
  • 31 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Kemenhub Bolehkan Penerbangan Lagi, Bandara Soetta Dipenuhi TKI

Kemenhub Bolehkan Penerbangan Lagi, Bandara Soetta Dipenuhi TKI

By on 10 May 2020 0 25 Views

Foto: Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Jakarta (dok.idj/ROC)

Jakarta, ROC — Situasi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ramai lagi. Beberapa calon penumpang lalu lalang yang mengaku berprofesi sebagai TKI yang hendak pulang ke kota asalnya masing-masing.

Alasannya mereka saat dikonfirmasi, kehabisan uang saku dan sudah tak berpenghasilan saat berada di negara lain. Sebab, di negara tempat mereka bekerja aktivitas pekerjaan sudah sangat dibatasi sejak virus Corona merebak.

Keramaian di Bandara Soekarno Hatta mulai terlihat pasca Kementerian Perhubungan membuka kembali penerbangan domestik kepada penumpang bersyarat, Bandara Soekarno Hatta mulai menunjukkan aktivitas penerbangannya.

Dari seluruh penumpang bersyarat yang diperbolehkan terbang, penumpang repatriasi khususnya pekerja migran Indonesia (PMI atau TKI) menjadi yang paling dominan. Sedangkan penumpang pebisnis dan perjalanan dinas pejabat negara atau tamu negara masih terbilang minim.

“Karena baru mulai hari ini jadi belum cukup banyak, maskapainya juga belum terbang semua, yang sudah terbang itu baru Citilink dan Garuda Indonesia. Penumpangnya masih sedikit satu flat ada yang isinya 3 orang 4 orang jadi belum banyak. Yang paling dominan itu pekerja migran Indonesia,” ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta, Agus Haryadi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (9/5) kemarin.

Per hari ini, menurut Agus ada 2 penerbangan bagi penumpang repatriasi dari Taipei, Taiwan. Namun, Agus belum mencatat total penumpang yang datang dan diterbangkan ke kota asalnya masing-masing.

“Hari ini dari Taipei aja 2, jumlah penumpangnya saya belum nge-cek berapa,” sambungnya.

Akan tetapi, secara keseluruhan sejak ada Corona rata-rata penerbangan di Bandara Soekarno Hatta mencapai 600-1.000 penerbangan dengan total penumpang sekitar 14.500 orang dari 11 Maret 2020 lalu.

“Rata-rata pergerakan itu antara 600-1.000. Sekitar 14.500 an dari tanggal 11 Maret 2020,” tambahnya.

Ia meyakinkan bahwa penerbangan yang dibuka kali ini benar-benar terbatas bagi penumpang yang dibolehkan saja dan tetap melarang mudik. Proses pemeriksaan pun dilakukan secara ketat.

“Tapi ini bukan mudik, mudik tetap dilarang. Jadi persyaratan terbang itu tetap memfilter orang-orang yang terbang itu tidak mudik. Bagaimana caranya? Ya sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari gugus tugas nasional itu,” pungkasnya.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *